Jumat, 05 Agustus 2016

Kumpulan Cerita Lucu Part #24 ( 231-240 Cerita )


231) Ditilang Polisi
Waktu malem mingguan si loser yang baru saja beli motor Honda CBR 250 kebut-kebutan di jalan By Pass Jakarta Timur sama teman-temannya.

Sialnya pada waktu itu jalan itu sedang di razia.

Sialnya lagi si Loser sendiri yang tertangkap Polisi, teman-teman yang lainnya pada lolos semua.

Polisi : “Maaf, di jalan ini batas kecepatan hanya 60km/jam kok saudara melewati sampe 120km/jam???”

Loser : “Yahhh…. saya sekedar ngabisin bensin aja pak!!!!

Polisi : “Oh begitu, kalo begitu saudara saya tilang, karena ngebut melewati batas kecepatan.”

Setelah selesai menulis di buku tilang polisi menyerahkan kertas tilang pada loser.

Loser : “Loh pak kok tilangnya mahal amatttttt??????”

Polisi : “Yahhhh, saya hanya menghabiskan tinta pena saja!!!!


232) 20 Mobil Milik Anggota DPR
Seorang Kiai mendatangi sebuah bengkel mobil milik Jono di daerah Jakarta Selatan, setelah selesai service mobilnya pak kiai bertanya,

“Berapa yang harus saya bayar?”, tanya Pak Kiai kepada Jono

Jono menjawab “Oh tidak perlu pak, saya senang kok membantu pak kiai apalagi pak kiai orang baik dan suka menyebarkan dakwah ajaran agama”.

Esoknya Jono mendapatkan kiriman 12 buku-buku agama dari pak kiai tersebut sebagai ucapan rasa terima kasih.

Keesokan harinya seorang polisi mendatangi bengkel mobil yang sama, setelah selesai di service mobilnya, dia bertanya,

“Berapa yang harus saya bayar?”, tanya polisi itu kepada Jono.

Jono menjawab “Oh tidak perlu pak, saya senang membantu orang yang telah bersedia melayani masyarakat seperti bapak”.

Esoknya dia mendapatkan kiriman 12 kue donat dari polisi tersebut sebagai ucapan terima kasih.

Keesokan harinya lagi seorang anggota DPR mendatangi bengkel mobil milik Jono juga, setelah selesai di service mobilnya dia bertanya,

“Berapa yang harus saya bayar?

Jono menjawab “Oh tidak perlu pak, saya senang melayani orang yang telah bersedia mengabdi pada bangsa dan melayani negara ini”.

Esoknya lagi Jono melihat 20 mobil milik anggota DPR lainnya mengantri di depan bengkel mobilnya Jono.


233) Selingkuh Dengan Dokter Gigi
Seorang pasien wanita jatuh cinta dengan dokter giginya sampai mereka seakan tidak dapat dipisahkan lagi.

Dokter : “Sayang, sudah saatnya kita mulai untuk tidak usah bertemu lagi, karena suatu saat kemungkinan hubungan kita akan terbongkar oleh suami kamu bila kita begini terus”

Pasien : “Tenang sayang, suamiku itu bodoh.Buktinya udah 6 bulan ini dia tidak pernah curiga kalau aku sering alasan pergi ke dokter gigi”

Dokter : “Iya sayang, tapi sekarang ini gigimu tinggal satu”


234) Ketahuan Main Telepon
Suatu hari Andi yang baru berumur lima tahun kepergok oleh ibunya sedang memainkan telepon. Ketika dia tahu dipergoki ibunya, Andi buru-buru menyimpan gagang teleponnya.

“Apa yang sedang kamu lakukan?” tanya ibunya kemudian.

“Telepon tante Sarah”, jawab Andi.

“Bagaimana kamu bisa menelepon dia? Nomornya aja kamu belum tahu, kan?”, tanya ibunya lagi kepada Andy.

“Aku tahu dan aku tadi menelepon dia,” jawab Andi dengan cepat.

Ibunya memberi penjelasan dan meyakinkan Andi bahwa dia tidak tahu nomor telepon tante Sarah tapi Andi tetep saja keukeuh bahwa tadi dia meneleponnya.

“Baik,” kata ibunya.

“Lalu apa yang dia katakan waktu tadi kamu meneleponnya?”, tanya ibunya penasaran.

“Dia bilang ‘salah sambung…'”


235) Pertama Kali Periksa Ke Dokter
Parto kali ini memberanikan diri untuk memeriksakan kesehatannya ke seorang dokter di sebuah puskesmas.

Parto yang polos ini kemudian memasuki ruangan dokter dan percakapan antara dokter dengan pasien di mulai.

Dokter : “Sakit apa ?”

Parto : “Anu dok,… mual-mual dan muntah-muntah.”

Dokter : “Buang air besarnya bagaimana ?”

Parto : “Seperti biasa dok, jongkok.”

Dokter : “O…..” (Arrrrgggh…..kata dokter dalam hatinya)


236) Mudik Naik Bis
Ada seorang warga Jakarta yang ingin mudik pulang kampung naik bus. Sebelumnya Tukijan pengen naik kereta api tapi tiket kereta api sudah habis.

Tukijan pergi ke terminal bus kemudian melakukan negosiasi transaksi tiket bus dengan agen bus.

Tukijan : “Pesan tiket tujuan Klaten, masih ada Pak ?”

Agen : “Masih ada, berapa orang ?”

Tukijan : “Satu saja pak! Berapa ?”

Agen : “Enam ratus lima puluh ribu rupiah”

Tukijan : “Waduh…mahal banget” (kata Tukijan dalam hati )

Agen : “Jadi nggak tiketnya ?”

Tukijan : “Bisa di turunin, Pak?”

Agen : “Bisa! Pengen turun dimana ?”

Tukijan : *^%*$&($#


237) Botak Aja
Si Doni memanggil tukang cukur keliling yang kebetulan lewat depan rumahnya, ia berniat mencukur rambutnya.

Doni: “Bang! Tukang cukur, cukur sini bang!”

Tukang Cukur: “Mau cukur Don?!”

Doni: “Di bikin pendek berapa harganya bang?”

Tukang Cukur: “Murah cuma 3000 Don.”

Doni: “Kalau botak berapa bang?”

Tukang Cukur: “Kalau botak 2000.”

Doni: “Ya sudah kalo gitu di bikin pendek aja bang biar rapi.”

Kemudian si tukang cukur segera mencukur rambut si Doni, setelah rapi Doni membayar tukang cukur dengan uang 5000an.

Tukang Cukur: “Wah nggak ada kembaliannya Don,ni aja baru pelaris.”

Doni: “Waduh gimana yach bang gak ada recehan nich bang…”

Sambil garuk kepala Doni berpikir, setelah lama berpikir kemudian Doni memutuskan.

Doni: “Ya udah bang, kalau gitu yang 2000 botak aja.”

Tukang Cukur: “!@@#!!!!!??”


238) Salah Ucap Salam
Malam itu, di sebuah lapangan di kota Malang ada acara konser musik yang mendatangkan grup band pendatang baru dari ibukota Jakarta.

Karena penontonnya sangat membludak dan rawan kerusuhan antar penonton, grup band pendatang baru ini merasa gugup diatas panggung.

Sebelum personel band ini berencana naik panggung, para penonton sudah lama menunggu dan mulai teriak-teriak.

“Woooi… jadi nggak nih!!!!”

“Huh…huh…huh…” (suara teriakan yel-yel dari penonton)

Tak lama kemudian personel band tersebut naik satu per satu menempati posisi masing-masing sesuai dengan tugasnya.

Dan sang vokalis langsung memegang mikrophone dan menenangkan keriuhan penonton.

“Tenang…tenang…mohon tenang yaaah!!!”, kata sang vokalis berusaha menenangkan penonton.

Untuk memberikan semangat kepada penonton, sang vokali ingin memberikan ucapan salam selamat malam kepada penonton warga kota Malang.

SELAMAT MALANG MAAAAALAAAM!!!!!!

“Ooops salah yaah?” kata sang vokalis dalam hatinya.


239) Lebih Cepat
Dua orang ahli biologi sedang berada di lapangan untuk mencari jejak beruang liar. Tiba-tiba, beruang liar itu keluar dari sarangnya dan tepat berada di depan mereka.

Mereka memanjat pohon terdekat, tetapi beruang mulai memanjat pohon itu lebih cepat dari mereka. Ahli biologi pertama dimulai melepas sepatu bot kulit hikingnya dan menarik sepasang sepatu lari dari tas punggungnya.

Ahli biologi kedua memberinya tatapan penuh kebingungan dan berkata, “Apa yang sedang kamu lakukan?”

Dia menjawab, “Aku akan menghitung ketika beruang itu mendekati kita, dan kita akan melompat turun dan lari.”

Orang kedua mengatakan, “Apakah kau gila? Kita berdua tahu kamu tidak dapat berlari lebih cepat dari beruang liar dewasa?”

Pria pertama berkata, “Aku tidak perlu berlari lebih cepat dari beruang itu, aku hanya perlu berlari lebih cepat dari kamu!”


240) Paijo Si Pembantu Umum
Paijo adalah seorang pembantu umum di sebuah SMA swasta yang cukup terkenal.

Suatu siang, Paijo melihat kerumunan puluhan murid dan beberapa guru di teras ruangan kelas pelajaran Fisika.

Ternyata ada seorang siswa yang sehabis pelajaran olah raga menendang bola yang seharusnya dia bawa ke gudang. Sialnya bola tadi mengenai kaca jendela nako sampai hancur berantakan.

Kepala Sekolah: “Bagaimana pendapat atau komentar Bapak-Bapak guru tentang kejadian tadi ?”

Guru Fisika: “Gerakan bola tadi merupakan contoh dari gerak balistik atau gerak peluru.”

Guru Kimia: “Massa kaca sebelum dan sesudah pecah sama.”

Guru Matematika: “Lintasan bola tadi pasti merupakan kurva melengkung parabola.”

Kepala Sekolah: “Bagus sekali komentarnya. Bagaimana menurut Pak Sugih?”

Pak Sugih yang guru ekonomi menjawab: “Untuk mengganti kaca yang pecah perlu biaya Rp 100.000 pak.”

Kepala Sekolah: “Itu tidak masalah, kita bisa minta ke orang tua siswa yang menendang bola tadi. Bagaimana menurut Pak Paijo ?”

Paijo kaget setengah mati karena tidak menyangka kalau akan dimintai pendapat atau komentar.

Paijo: “Kalau ditinjau dari disiplin ilmu saya pak, pecahan kaca tadi… eh… anu… menambah pekerjaan saya tapi tidak menaikkan gaji saya pak!”

Kepala Sekolah: “Pintar juga Pak Paijo ini yah….”

CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar

BACA JUGA :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar