261) Doa Pemburu
Suatu hari seorang pria merencanakan perburuan hewan liar. Karena semangatnya, pria pemilik nama Hary Bawono itu tidak peduli dengan pesan sang ibu yang memintanya berangkat ke gereja.
Bersama temannya justru memutuskan untuk berburu di sebuah hutan perawan.
Sesampainya di hutan, seekor beruang mendekati dirinya. Sial, teman yang diajaknya bukan menolong, justru kabur meninggalkan dirinya.
Hari pun bingung dan ketakutan. Dirinya hanya bisa bertobat dan pasrah pada Tuhan.
Pada kepasrahannya itu, Hary pun berdoa. “Tuhan, tolong lah aku. Jadikanlah Beruang ini beragama,” pintanya khusus berharap agar beruang tidak memakannya.
Tetapi beruang itu pun duduk dan berdoa. Hary pun merasa doanya terkabulkan.
Namun sang beruang mengucapkan sebuah doa, “Tuhan terima kasih atas makanan yang telah KAU berikan kepadaku hari ini, amin”
262) Kawasan Elit
Kawasan Pondok Indah, melarang ada pedagang kaki lima lewat komplek elit tersebut. Suatu hari ada Tukang duku yang lewat, tentu satpam yang berdiri di pos jaga mencegatnya.
Satpam: Kamu nggak bisa baca ya dilarang berjualan di sini.
Tukang Duku: Waduh saya ngga tahu pak, maaf.
Satpam: Maaf-maaf! ngga bisa! Saya hukum kamu! nungging!
Pas nungging dimasukkan tuh buah duku ke lubang anus si tukang duku, dan merasakan kesakitan. Saat di tengah teriakan itu muncul tukang sayur lewat.
Tukang Sayur: Wah cilaka!
Satpam: Ini lagi… (sambil tertawa), kamu nggak bisa baca apa tulisan dilarang berjualan?
Tukang Sayur: Waduh nggak tahu saya pak kumaha atuh?
Satpam: Kumaha-kumaha apa kumaha! saya hukum kamu nungging!
Tukang Sayur: Huaak huakakak…
Satpam: Ini orang pantatnya dimasukin terong malah ketawa. Gue tambahin jadi dua terong nih!
Tukang sayur: (tambah ketawa) huaha hahahaha hahaha…
Ternyata si tukang sayur pas nungging lihat jauh di belakang dia ada tukang durian mau masuk komplek
263) Pengemis
Seorang pria dengan dandanan perlente, mengenakan jas, dan berkesan kaya berjalan keluar dari sebuah gedung perbankan di Jakarta.
Ketika di depan gedung, seorang pengemis seumuran dirinya, dengan muka layu dan pakaian compang-camping penuh debu memohon sedekah darinya.
“Tuan kasihani saya, minta uang Rp20 ribu, tuan,” ungkap pengemis meminta.
Si pria berhenti spontan dan dipandangnya wajah pengemis itu sejenak dan bertanya, “Kalau saya beri Rp20.000, kamu tidak akan pakai untuk minum-minum kan?”
“Oh tidak tuan, saya tidak suka minuman keras,” jawab pengemis spontan juga.
Si pria meneruskan pertanyaan, “Juga tidak akan pakai buat berjudi?”
“Tentu tidak tuan, saya tidak suka berjudi,” jawabnya memelas.
“Juga tidak dipakai main perempuan?” tambahnya terus bertanya.
“Tidak, tidak. seumur-umur saya tidak pernah suka main perempuan,” jawab pengemis berusaha meyakinkan.
Pria kaya itu pikir-pikir sebentar lalu berkata lagi pada pengemis, “Gini saja, kamu ikut saya pulang. Saya kenalkan sama istri saya, setelah itu kamu saya kasih Rp2 juta.”
Si pengemis menjawab, “Lho kok, buat apa tuan?”
“Saya mau kasih lihat istri saya, kalau seorang laki laki tidak suka minum-minum, tidak suka berjudi, dan tidak suka main perempuan, hasilnya seperti kamu ini!” jawab si pria sambil membetulkan celananya.
264) Keluarga Aneh
Suatu hari ada seorang laki-laki masuk ke sebuah pub. Setelah duduk dia langsung memesan minuman ke bartender
“Mas tolong beri saya 4 botol bir.”
“Wah kok banyak banget tuan, sepertinya anda sedang punya banyak masalah?”, bartender menanggapi.
Sambil memegang kepalanya dan memberikan ekspresi kelelahan, laki-laki itu menjawab, “Iya, saya pusing karena baru tahu kalau anak pertamaku itu seorang gay.”
Esok harinya, laki-laki tersebut datang lagi ke pub yang sama. Setelah duduk dia langsung memesan minuman lagi ke bartender.
“Tolong berikan saya 6 botol bir.”
“Banyak sekali. Masalah apa lagi yang anda hadapi?”, tanya bartender dengan akrab.
Segera laki-laki tersebut menjawab pertanyaan bartender dengan nada lesu.
“Saya baru tahu kalau anak laki-laki kedua saya, suka sesama jenis juga.”
Esoknya lagi laki-laki tersebut datang ke pub yang sepertinya pub tersebut menjadi pub favoritnya. Seperti kebiasaannya di hari sebelum-sebelumnya,laki-laki tersebut langsung memesan minuman.
“Tolong beri saya 10 botol bir.” pinta laki-laki tersebut kepada bartender.
“Sebanyak itukah minuman yang anda pesan ? memang di keluarga anda tidak ada yang suka dengan wanita selain anda ?”, tanya bartender keheranan dengan kondisi keluarga pelanggannya itu.
“Ada”, jawab laki-laki itu dengan wajah yang pasrah.
“Siapa ?” tanya si bartender.
Laki-laki itu menjawab dengan wajah lesu tak bersemangat lagi dan juga sudah pasrah tanpa ada ekspresi yang tidak jelas. Sambil menenggak bir, kemudian laki-laki tersebut menjawab pertanyaan si bartender.
“Istri saya…”
265) Pencuri Kabel
Di pos kamling yang biasanya orang-orang hanya nongkrong bermain kartu, bermain gitar dan terkadang hanya ngobrol kemana-mana setiap malamnya. Kini dikagetkan dengan adanya teriakan dari salah satu rumah warga yang berteriak ada maling.
Serentak semua orang yang jaga di pos kamling itu lari mencari maling dengan menyebar agar si pencuri segera dapat ditemukan.
Nasib apes rupanya menimpa pencuri itu karena ketahuan oleh warga dan semua warga memukul bertubi-tubi ke tubuh si pencuri. Si pencuri hanya bisa teriak-teriak minta ampun.
Pencuri : “Ampuun…ampuun… ampun pak!!”
Warga : “Jangan dikasih ampun!!!”
Pencuri : “Saya hanya mengambil satu kabel ini… ampuuun pak!!!”
Kemudian di saat yang bersamaan, di tengah kegelapan malam Pak RT datang ingin melerai warga yang sedang menghajar pencuri hingga babak belur hanya karena mencuri seutas kabel.
Pak RT : “Heei..heei… berhenti semuanya!!! hanya mencuri kabel saja di pukuli hingga babak belur gini. Benar kamu hanya mencuri kabel ?”
Pencuri : “Iya, Pak RT”
Warga :”BOHONG dia Pak RT! Lihat Pak RT, ini apa ?”
Pak RT : “Kamu bilang hanya mengambil kabel, terus ini apa ?”
Pencuri : “Saya hanya mengambil kabelnya saja pak RT, tapi TV-nya gak sengaja ikut terbawa”
266) Tukang Sepatu Terbaik
Ada seorang tukang sepatu yang hendak menempati tempat barunya di sebuah jalan yang penuh dengan tukang sepatu. Di jalan tersebut terdapat persaingan yang ketat dengan memasang papan dengan tulisan-tulisan terbaik untuk menarik perhatian pelanggan.
Sebelum menempati tempat usahanya sebagai tukang sepatu, dia mengamati tempat usaha tukang sepatu lainnya dengan membaca papan tulisan yang dipasang.
Di kios tukang sepatu pertama dia membaca tulisan “Tukang Sepatu Terbaik di Kota ABC”, kemudian berjalan lagi dengan menoleh ke seberang jalan dia membaca papan yang bertuliskan “Tukang Sepatu Terbaik se-Indonesia”. Di kios sebelahnya bertuliskan “Tukang Sepatu Terbaik se-Dunia”.
Melihat kenyataan persaingan dengan perang tulisan di papan, si tukang sepatu ini membuat tulisan di papan untuk dipasang di kios barunya itu.
Tulisan itu adalah “Tukang Sepatu Terbaik di Sepanjang Jalan Ini”
267) Sudah Lama Menanti
Ada seorang hakim di sebuah pengadilan sedang menanyakan kesalahan yang diperbuat oleh seorang terdakwa wanita.
“Kesalahan apakah yang diperbuat terdakwa?” tanya Hakim.
“Saya ditangkap ketika menyeberang jalan pada saat lampu merah.” jawab terdakwa.
“Profesi terdakwa apa yah ?” tanya hakim lagi.
“Oh, saya ini seorang guru di Sekolah Dasar Palmerah, Pak Hakim.”jawab terdakwa.
Secara tiba-tiba wajah hakim berubah menjadi ceria setelah mendengar profesi terdakwa kemudian si hakim berdiri dan berkata,
“Puluhan tahun lamanya, saya menanti-nantikan seorang terdakwa yang berprofesi sebagai guru di Ruang Pengadilan Palmerah ini. Dan hari ini harapan saya terkabul juga. Silakan ibu duduk di sana dan hukumannya adalah menulis seperti ini : SAYA TIDAK BOLEH MENYEBERANG JALAN PADA SAAT LAMPU MERAH Sebanyak 500 kali!”
268) Karaoke
Seorang suami yang pulang malam disambut tangisan istrinya.
“Sungguh tega engkau Mas Kus, ngakunya mau lembur sama si Hery kawan sekantor kamu, tak tahunya kamu pergi berkaraoke sama perempuan lain…”, ujar istrinya sambil sesenggukan.
Si Kus yang terpojok tak mampu mengelak lagi,
“Maafkan aku sayang, sungguh aku khilaf. Aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tapi bagaimana kamu bisa melihatku di sana istriku…?”
“Tentu saja aku melihatnya…!” jawab sang isteri ketus , “Aku khan juga pergi karaoke sama si Hery kawanmu itu!!”
269) Menggali Kuburan Gajah
Seorang Direktur di sebuah Kebun Binatang mendapat laporan dari staffnya bahwa seekor gajah telah mati di kandangnya karena usianya memang sudah tua.
Untuk mengecek kebenaran laporan tersebut sang Direktur ke tempat kejadian dan menemukan seseorang yang sedang menangis di dekat bangkai binatang itu.
“Sebagai pawang gajah ini, tentu anda sangat bersedih atas kematiannya dan saya juga bisa merasakan kesedihan itu,” kata sang Direktur mencoba menghibur.
“Saya bukan pawang gajah ini, Pak ” sahut orang itu.
“Tapi sayalah yang ditugaskan untuk menggali kuburannya.” tambahnya.
270) Sembuhkan Penyakit Bisu
Seorang yang bisa bertemu dengan teman lamanya yang dulu pernah sama-sama bisu di sebuah pertokoan di pusat kota.
“Saya tidak perlu lagi menggunakan bahasa isyarat itu sekarang,” kata temannya.
Dengan penuh kagum dan penasaran si bisu bertanya bagaimana cara temannya itu bisa sembuh dari kebisuan. Karena kebisuannya bukan karena cacat fisik maka ia bisa disembuhkan oleh dokter tempat ia berobat dengan menjalankan terapi khusus.
Si bisu akhirnya datang menjumpai dokter yang dimaksud oleh temannya. Setelah diperiksa oleh dokter tersebut, diambil kesimpulan bahwa si bisu bisa disembuhkan karena cacatnya bukan karena kerusakan fisik.
“Kalau begitu kita lakukan terapi pertama, silahkan anda pergi ke ruang sebelah, lepaskan celana dan menungging di meja pemeriksaan, saya akan menyusul sebentar lagi.”
Si bisu melaksanakan apa yang suruh oleh dokter, dan tanpa sepengetahuannya, dokter tersebut masuk secara diam-diam sambil membawa sapu dan sebotol vaselin.
Tiba-tiba si dokter menusukkan sapu yang telah diolesi hand body lotion ke dubur si bisu, dan si bisu pun berteriak, “aaaaaa!”
“Bagus sekali…, besok kita akan masuk ke huruf B.” kata dokter sambil tersenyum
![]() |
| CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar |
BACA JUGA :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar