Kamis, 28 Juli 2016

Kumpulan Cerita Lucu Part #12 ( 111-120 Cerita )


111) Celana Dalam
Suatu saat seorang gadis lugu bernama Ririn baru pulang dari sekolah dengan wajah yang bingung. Lalu dia bicara dengan ibunya.

Ririn: "Bu kok tadi di sekolah teman-teman laki ngeliatin kolong meja tempat Ririn duduk, kenapa ya ?"

Kumpulan Cerita Lucu Part #11 ( 101-110 Cerita )


101) Kriteria Istri Idaman
Kriteria isteri idaman adalah:

1. Seorang isteri yang cantik, pandai bersolek, memasak dan mengurus rumah adalah hal yang penting.

2. Seorang isteri yang periang, bertenaga, dapat membuat kita tertawa dan menghibur dikala duka juga penting.

Kumpulan Cerita Lucu Part #10 ( 91-100 Cerita )


91) Gara-Gara Masakan
Dua orang sahabat saling membagi cerita setelah sekian lama tidak bertemu. Masing-masing bercerita masa lalunya. Pretty yang sudah menjada mengawali ceritannya.

Pretty : "Gara-gara masakanku suamiku pergi meninggalkanku!".

Kumpulan Cerita Lucu Part #9 ( 81-90 Cerita )


81) Dilarang Parkir Disini
Ketika hendak belanja ke pasar, Tomy yang pendatang baru di kota A kebingungan mencari tempat parkir. Kebetulan dia melihat lahan, dimana banyak mobil terparkir di sana. Kemudian dia bertanya kepada seorang polisi yang terlihat di dekat situ.

Kumpulan Cerita Lucu Part #8 ( 71-80 Cerita )


71) Harga Tempe Naik
Perubahan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok sehari-hari akibat gejolak ekonomi yang tidak menentu menyebabkan pembeli merasa gelisah. Konsumen ingin mendapatkan harga yang murah sedangkan penjual ingin mendapatkan keuntungan dari dagangannya.
Dan kenaikan tersebut oleh pemerintah telah di umumkan kepada masyarakat.

Misteri Selendang Merah


Jam olahraga pun usai, aku dan dinda langsung cepat-cepat ganti baju olahraga kami dengan seragam yang biasa kami kenakan, karena hari ini adalah pelajaran pak said yang terkenal dengan kegarangannya. “Eh nit buruan kita ganti baju, ntar kita di marahin pak said lagi” ucap dinda dengan nada kesal. “iya din bentar aku ambil baju seragam dulu di loker” ucapku. sesaat setelah aku membuka lokerku, tiba-tiba selendang yang berwarna merah jatuh di atas kakiku “eh selendang siapa nih? Kok ada di lokerku? Ah sudahlah gak usah dipikirin mending aku bawa pulang ke rumah dulu aja deh” ucapku dengan terburu-buru mengambil seragamku yang masih di dalam loker. “Eh nit buruan ihh ntar pak said keburu dateng, yang lain udah pada ganti baju tuh” ucap dinda yang semakin kesal denganku. aku dan dinda pun langsung mengganti pakain seragam olahraga dengan seragam sekolah.

Mereka Yang Legam


Saya hendak turun dari bus ini. Saya takut. Walaupun saya sudah membeli tiketnya dan sudah memberinya pada bapak-bapak yang disana, tapi melihat perempuan di sebelah saya, pikiran saya jadi nggak tenang. Wajahnya seperti jahat, pembunuh kejam, atau sejenis ibu tiri dalam dongeng. Abang-abang di sebelah saya sepertinya nggak bisa membantu, dari awal saya duduk di bangku nomor 14 ini, dia nya nggak pernah saya lihat membuka mata. Tidur. Selalu tidur. Dia nya nggak tahu saya sudah jantungan dari tadi melihat kehadiran perempuan di sebelah saya. Alisnya tebal, matanya bercelak, gigi taringnya juga sangat menakutkan. Saat saya menengok dia, dia nya juga menengok saya dan tersenyum. Senyuman iblis, saya rasa.