71) Harga Tempe Naik
Perubahan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok sehari-hari akibat gejolak ekonomi yang tidak menentu menyebabkan pembeli merasa gelisah. Konsumen ingin mendapatkan harga yang murah sedangkan penjual ingin mendapatkan keuntungan dari dagangannya.
Dan kenaikan tersebut oleh pemerintah telah di umumkan kepada masyarakat.
Pada akhirnya ada kejadian antara pembeli dan tukang sayur yang lugu di sebuah komplek perumahan.
Pembeli : “Tempe satu potong begini harganya berapa ?”
Tukang sayur : “Sekarang harganya naik menjadi Rp 1000,-”
Pembeli : “Hah!!! Nggak mungkin naik setinggi itu. Aneh dari Rp 200,- kok bisa menjadi Rp 1000,- padahal kalau di KORAN harga tempe setelah naik menjadi sekitar Rp 500,-.”
Tukang sayur (marah, sewot, kesel) : “Kalau di KORAN murah, makan aja tempe yang ada di KORAN !!”
Pembeli : &%^#&#
72) Kalimat Aktif dan Pasif
Anak-anak SD sepulang sekolah bermain dengan teman-temennya di sebuah halaman rumah salah satu anak yang bernama Udin. Dan kebetulan permainan yang dimainkan sekarang ini tentang sekolah-sekolahan. Dan Udin menjadi gurunya sedangkan yang lainnya menjadi muridnya.
Udin: Anak - anak, sekarang kita mengulang pembahasan kalimat aktif dan kalimat pasif pelajaran yang lalu. Coba sekarang Hesti maju! Buatlah sebuah kalimat aktif, kemudian ubahlah menjadi kalimat pasif.
Hesti : Kasimin membeli sepeda motor. Sepeda Motor dibeli Kasimin.
Udin: Bagus, nilai kamu 10. Coba kamu, Ilham!
Ilham: Hesti menggigit tulang. Tulang digigit Hesti.
Udin: Benar, tapi nilai kamu dikurangi 2 karena mengatai Hesti, sekarang kamu, Didit!
Didit : Herman sedang berolah raga. Raga sedang diolah Herman.
Udin: Aneh kamu, coba kamu Yuyun!
Yuyun : Karman berjalan ke rumah Wati. Wati di jalankan Karman di rumah.
Kacong : Kamu mendapat nilai 10, lalu angka satunya hilang, jadi nilainya 0. Sekarang kamu, Widya!
Widya : Jepang bertekuk lutut pada Sekutu. Lutut Jepang ditekuk oleh Sekutu!
Kacong : Wah... hebat sekali, nilai kamu 9 tapi angka tertingginya 100.
73) Kalimat Mana yang Benar?
Fajar bertanya kepada Fatur, temannya yang mengerti tentang penulisan suatu kalimat.
Fajar : Eh… tur! Kalimat mana yang benar?
A. Anak Yatim itu dipukuli ayahnya.
B. Anak yatim itu dipukulkan ayahnya.
Fatur : Pasti . . . Anak yatim itu dipukuli ayahnya!!!
Fajar: Salah.
Fatur : Apaan dong!!!
Fajar : Nggak ada yang bener, anak yatim kan ga punya ayah…
Fatur : &##@%^(@?
74) Tidak Akan Menikah Lagi
Seorang suami sedang berbincang-bincang dengan istrinya,
Suami: "Jika aku meninggal, apakah kamu akan menikah lagi?"
Istri: "Tentu saja tidak! Aku akan tinggal bersama adik perempuanku. Lalu bagaimana dengan kamu, apakah jika aku mati, kamu akan menikah lagi?"
Suami: "Ya tidak lah, sama dengan kamu, aku juga akan tinggal bersama dengan adik perempuanmu."
75) Diangkat Jadi Direktur
Paijo yang baru beberapa bulan bekerja di sebuah perusahaan, dipanggil ke ruangan direktur.
Direktur: “Kamu tahu kenapa dipanggil di sini?”
Paijo: “Tahu pak, untuk promosi kerja saya bukan?”
Direktur: “Kamu belum setahun di sini, masuk sini kamu jadi tukang antar surat, seminggu kemudian jadi sales, sebulan kemudian kamu saya angkat jadi sales manager, dan setelah tiga bulan kamu saya angkat jadi wakil direktur. Bulan ini saya pensiun kamu gantikan saya ya?”
Paijo: “Makasih pak….”
Direktur: “Kamu cuma bilang seperti itu?”
Paijo: “Lho, Papa kan sudah janji kemaren iya khan ?”
76) Ucapan Terima Kasih
Ucapan terima kasih memang sering di ucapkan oleh semua orang ketika setelah mendapatkan sesuatu.
Ucapan terima kasih biasanya ditambahkan beberapa kata di belakangnya untuk memberikan kesan lebih kepada orang yang mendengar ucapan tersebut. Dan ucapan terima kasih sebenarnya mencerminkan atau mewakili dari karakter yang mengucapkannya.
Berikut ada contoh ucapan terima kasih yang mewakili karakter dari beberapa instansi
Ucapan terima kasih dari instansi angkatan udara :
"Terima kasih setinggi-tingginya" (setinggi langit yaah..)
Ucapan terima kasih dari instansi angkatan laut :
"Terima kasih sedalam-dalamnya" (sedalam laut yaah..)
Ucapan terima kasih dari instansi darat :
"Terima kasih seluas-luasnya" (seluas daratan yaah...)
Ucapan terima kasih dari instansi kepolisian :
"Terima kasih sebanyak-banyaknya"
Sebanyak apa ini ? sebanyak celengannya ?
77) Pengalaman Adalah Guru Paling Berharga
Di sebuah kelas sedang ada kegiatan belajar antara bu guru dengan murid-muridnya.
Guru: "Anak-anak, pengalaman adalah guru yang paling baik."
Murid I : "Mengapa pengalaman kok di sebut guru yang paling baik, Bu ?"
Murid II : "Karena pengalaman tidak pernah memberikan PR (pekerjaan rumah)."
78) Perbedaan Gila dan Goblok
Seorang sopir kendaraan bus antar jemput orang gila tiba-tiba menghentikan kendaraannya karena bannya kempes.
Ketika sedang menukar ban, si sopir tidak sengaja menendang empat baut ban ke dalam selokan yang kemudian empat baut tersebut hilang.
Dengan paniknya si sopir mengumpat
"Gilaaa.....bagaimana musti pasang ban kalau nggak ada bautnya!!"
Salah satu pasien kemudian menyahut dari dalam bus.
"Bang...lepas saja tuh baut satu per satu dari masing-masing tiga roda yang ada, nanti kalau ada toko baut, tinggal beli 4 baut"
Si sopir langsung menyahut,
"Bener juga kamu, tapi kok kenapa kamu masuk ke rumah sakit gila sih ?"
Si pasien di dalam bus langsung menyahut
"HEELLLOWWW,....kita ini GILA tau, bukannya GOBLOG seperti kamuu!!!"
79) Pemabuk Main Taruhan
Dua orang teman bertemu di sebuah bar dan mereka sedang menyaksikan berita pukul 6. Saat itu sedang menyiarkan berita seorang laki-laki yang hendak bunuh diri dari lantai 25 sebuah gedung.
"Ayo kita taruhan 100 ribu rupiah, orang itu pasti melompat dari gedung itu!" kata orang pertama.
"Oke, kita taruhan!" sahut orang kedua.
Akhirnya di televisi diperlihatkan si lelaki benar-benar bunuh diri dengan melompat dari lantai 25. Orang kedua yang kalah taruhan segera menyerahkan 100 ribu rupiah ke temannya.
"Ah, nggak jadi deh, aku nggak bisa menerima duit dari kamu. Kita khan berteman," kata orang pertama.
"Jangan gitu, dong. Taruhan tetap taruhan," kata yang kedua.
"Aku mau terus terang, berita ini sudah muncul jam 5 tadi. Jadi, gua nggak bisa menerima duit kamu!" tolak orang pertama.
"Aku juga sudah nonton di berita jam 5, tapi aku nggak menduga kalau laki-laki goblok itu bakalan melompat lagi!" kata orang kedua.
80) Lukisan Gorila
Suatu hari seorang presiden sebuah negara pergi melihat pameran lukisan-lukisan. Karena saat itu beliau mengalami sakit mata dan penglihatannya kabur, maka ia mengajak satu ajudannya untuk menuntunnya.
Presiden : “Wah, lukisan ini bagus. Gambar ikannya bener-bener hidup.”
Ajudan: “Shttt… Jangan keras-keras Pak. Itu gambar buaya.”
Kemudian mereka berpindah ke lukisan lain.
Presiden: “Gambar Gajah ini benar- benar gagah.”
Ajudan: “Shttt… Ojo keras-keras Pak. Itu gambar banteng.”
Presiden itu kemudian menahan diri memberi komentar sampai ia tiba pada satu pojok ruang pameran dia berseru: “Wah, sing iki apik tenan. Lukisan Gorila nya begitu nyata anatominya.”
Ajudannya langsung tertegun dan berkata: "Pssttt…. Jangan keras-keras Pak. Itu cermin!”
![]() |
| CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar |
BACA JUGA :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar