Kamis, 28 Juli 2016

Misteri Selendang Merah


Jam olahraga pun usai, aku dan dinda langsung cepat-cepat ganti baju olahraga kami dengan seragam yang biasa kami kenakan, karena hari ini adalah pelajaran pak said yang terkenal dengan kegarangannya. “Eh nit buruan kita ganti baju, ntar kita di marahin pak said lagi” ucap dinda dengan nada kesal. “iya din bentar aku ambil baju seragam dulu di loker” ucapku. sesaat setelah aku membuka lokerku, tiba-tiba selendang yang berwarna merah jatuh di atas kakiku “eh selendang siapa nih? Kok ada di lokerku? Ah sudahlah gak usah dipikirin mending aku bawa pulang ke rumah dulu aja deh” ucapku dengan terburu-buru mengambil seragamku yang masih di dalam loker. “Eh nit buruan ihh ntar pak said keburu dateng, yang lain udah pada ganti baju tuh” ucap dinda yang semakin kesal denganku. aku dan dinda pun langsung mengganti pakain seragam olahraga dengan seragam sekolah.

Singkat Cerita
Pelajaran pak said pun dimulai, untungnya aku dan dinda datang 5 menit sebelum pak said datang. “selamat siang anak-anak” ucap pak said. “selamat siang pak” ucap anak-anak murid. sesaat pak said sedang membahas materi, aku melihat di luar ada seorang wanita dengan muka yang menyeramkan, duduk di antara pohon-pohon rindang yang berada di dekat lapangan sekolahku, dia mengenakan pakaian yang sangat lusuh, rambutnya pun terlihat tidak beraturan. dan matanya yang menyeramkan itu tertuju padaku. sontak aku langsung berteriak dan memecahkan suasana disaat pak said sedang membahasa materi, semua mata tertuju dan melihat keanehan pada diriku. tiba-tiba pak said mendatangi meja ku “Nita ada apa kamu teriak-teriak hah?” Tanya pak said. “Hmmmm enggak kok pak, gak ada apa-apa, maaf pak udah ngenganggu” ucapku dengan nada gemetaran. “ada-ada saja kamu ini, sudah perhatikan pelajaran saya!” Ucap pak said yang kesal akibat ulahku tadi.

sesaat kelas sudah normal kembali, aku melihat ke arah luar dan mataku mencari wanita yang sedang duduk, tetapi tidak ada. aku pun langsung berpikir kalo ini semua halusinasiku saja.

Jam Demi Jam berlalu, akhirnya bel pulang berbunyi pelajaran pak said pun usai “KRINGGGGGG”
“Oke anak-anak bel pulang sudah berbunyi, sampai bertemu esok hari, selamat siang!” ucap pak said. “Selamat siang Pak” ucap anak-anak murid. disaat aku memasukan buku-buku ke dalam tas dan bersiap untuk pulang, tiba-tiba Mike mengagetkanku dari belakang dan menanyakan kenapa tadi aku berteriak tidak jelas. “ehh Nit kenapa si kamu teriak? Kamu Kesurupan bukan?” Tanya Mike dengan sedikit leluconnya. “Hmmm jadi gini mike, tadi aku iseng lihat ke luar kelas, karena pintunya juga gak ditutup kan? nah pas aku lihat tuh, ada cewek mukanya itu nyeremin pakaiannya juga udah lusuh banget, lebih nakutin lagi dia natap aku kayak dia marah sama aku mike, makanya dari situ aku teriak” ucapku dengan pelan-pelan. “ya elah itu halusinasi kamu aja kali nit, makanya jangan suka nonton film horor mulu hahahaha” ucap mike yang tidak percaya dengan cerita ku, “ya udah terserah kamu mau percaya atau enggak, orang aku tadi ngelihat kok” ucapku. “Hahaha udahlah daripada ngomongin hal yang kayak beginian, mending kita pulang yu?” Ucap mike. “ya udah ayo” ucapku yang sedari tadi masih kesal dengan kata-kata mike.

Setelah aku sampai di rumah, aku langsung ke kamar dan merebahkan kan badanku di atas kasur yang empuk Dan aku pun teringat dengan selendang yang aku temukan tadi di lokerku, aku ambil selendang itu dan aku mencoba kenakan di leherku sambil berkaca “Cantik juga ya aku kalo pake selendang ini hahaha, seledangnya juga bagus banget lagi” ucapku, pada saat aku masih berkaca tiba-tiba sosok perempuan yang berada di sekolah pun muncul di belakangku, matanya penuh dengan amarah mukanya yang setengah hancur dan tangannya yang rusak itu seperti ingin membunuhku, aku yang masih mengenakan selendang itu berlari dan ke luar kamar mencari tempat untuk bersembunyi, tetapi makhluk itu masih tetap mengikutiku akhirnya aku bersembunyi di gudang bawah tanah dan tiba-tiba makhluk itu sudah ada di belakangku “Kembalikan Selendang Merah Milikku Itu Padaku!! KEMBALIKANN!!! Itu Hanya Selendang Milik ku Seorang!!!” Aku langsung gemetar hebat keringat bercucuran di tubuhku, makhluk itu lambat laun mendekatiku. “a-a-am-pun, s-saya tidak tahu kalo ini se-selendang punyamu” aku langsung melepaskan dan memberikan kepadanya. dia langsung mengambil dan dan dia menghilang bersamanya seledang merah itu

~TAMAT~
CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar

BACA JUGA :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar