Sabtu, 20 Agustus 2016

Kumpulan Cerita Lucu Part #40 ( 391-400 Cerita )


391) Cocok Buat Kipas Angin
Serombongan Manusia yang sedang menunggu masuk surga dipanggil satu-persatu oleh pejabat malaikat yang sedang bertugas. Di dinding belakang tergantung puluhan jam dinding sebagaimana layaknya yang terlihat di bandara udara. Tetapi ada perbedaan dengan jam yang ada di dunia fana.

Jam di dunia fana menunjukkan posisi waktu yang berbeda-beda untuk berbagai kota, dan perputarannya selalu sama dalam jam dan detiknya. Namun jam dinding di surga memiliki berbeda kecepatan putaran dan ini membuat salah seorang bertanya pada malaikat.

“Oh itu, jam yang tergantung di sana menunjukkan tingkat kejujuran yang ada di dunia sewaktu Anda hidup.” Sang malaikat menjelaskan.

“Semakin jujur pemerintahan, jam itu semakin lambat. Sebaliknya semakin korup pejabat sebuah pemerintahan, semakin cepat pula jalannya.”

“Coba lihat,” kata seorang yang sedang antri kepada yang lainnya, “jam Philipina berputar kencang. Berarti memang benar Marcos banyak korupsi tuh.”

“Itu lagi, itu lagi,” seru yang lainnya, “Jam Kongo, negaranya Mobutu Seseseko berputar tidak kalah cepat dari jam Philipina.” Mereka semua terlihat menikmati pengetahuan baru itu.

Karena dari Indonesia, Sang penanya mencari-cari jam Indonesia, salah seorang mereka memberanikan diri menanyakan kepada malaikat.

“Oh, jam Indonesia ….. Kami taruh di dapur. Sangat cocok dijadikan kipas angin, untuk bakar sate,” jawab sang malaikat.


392) Kepala Suku Modern
Waktu musim gugur, seorang suku Indian pada daerah terpencil bertanya pada kepala suku mereka yang baru saja terpilih. “Wala-wala chimo-ela suma totangka obuawachi?,” yang artinya, “Kepala suku, apakah musim dingin kali ini akan sangat dingin atau seperti biasanya?”

Karena kepala suku terpilih sudah modern, dia tidak pernah belajar meramal cuaca dengan ilmu kuno lagi. Dia tidak dapat mengatakan bagaimana keadaan cuaca minggu ini. Meskipun begitu, supaya aman, Dia mengatakan pada pengikutnya bahwa musim dingin nantinya akan terasa dingin, sehingga seluruh warga diminta mengumpulkan kayu bakar untuk persiapan musim dingin.

Setelah beberapa hari, muncul idenya untuk menelepon Layanan Perkiraan Cuaca, dan menanyakan, “Apa musim dingin kali ini akan sangat dingin atau tidak?”

“Kelihatannya musim dingin kali ini akan sangat dingin,” kata petugas di Layanan Perkiraan Cuaca tersebut. Kemudian kepala suku itu kembali menyuruh warganya untuk mengumpulkan kayu lebih banyak lagi untuk persiapan.

Seminggu kemudian dia menelepon kembali Layanan Perkiraan Cuaca, “Ya, akan terasa dingin,” jawab Layanan Perkiraan Cuaca tersebut. Kepala suku kembali dan menyuruh warganya untuk mengumpulkan semua kayu dan ranting pohon yang mereka temukan.

Dua minggu kemudian dia menelepon kembali dan bertanya kembali, “Pasti, kelihatannya akan jadi musim dingin yang paling dingin yang pernah terjadi,” jawab Layanan Perkiraan Cuaca tersebut.

“Kenapa anda begitu yakin?,” tanya kepala suku, petugas layanan perkiraan cuaca tadi menjawab, “Karena para suku Indian sedang mengumpulkan kayu bakar dalam jumlah yang gila-gilaan!.”


393) Jewer Kupingnya
Dalam suatu apel pagi, seorang komandan sedang mengetes anak buahnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan

Komandan : “Apa yang kamu lakukan jika kamu berhadapan dengan musuh dalam jumlah yang sangat besar?!!”

Anak buah : “Langsung saya serang pak!!!!”

Komandan :”Salah! Kamu harus melaporkan pada pasukanmu supaya dapat menyerang bersama-sama. Lalu bagaimana jika kamu berhadapan dengan seekor babi hutan yang jinak?!”

Anak buah : “Saya melaporkan pada pasukan saya supaya dapat menyerang bersama-sama pak!”

Komandan : “Salah! Kamu harus men-jewer kupingnya supaya tidak nakal!, Lalu apa yang kamu lakukan jika berhadapan dengan saya?”

Anak buah : “Langsung saya jewer kupingnya pak, biar tidak nakal!!”

Komandan : ?? %$#$$$


394) Jam Tangan Saya Hilang
Saat pertemuan Gubernur seluruh dunia di Danau Toba Medan beberapa waktu lalu, mereka melakukan rekreasi bersama keliling dunia dengan fasilitas pesawat dari Amerika. Kebetulan gubernur DKI Sutiyoso Bersama Arnold S (Gubernur California) dan Tuanku Tuk Abduk Rozak dari Malaysia dalam satu pesawat.

Seperti biasa, setiap Gubernur selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya lewat perjalanan angkasanya.

Tidak lama Arnold mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata, “Wah kita sedang berada di atas New York!”

Sutiyoso kaget, “Lho kok bisa tau sih?”

“Itu.. patung Liberty kepegang!”, jawab Arnold dengan bangganya.

Nggak mau kalah Tun Abdul Rozak, ikut menjulurkan tangannya keluar. “Tau nggak… kita sedang berada di atas kota Kuala Lumpur”, katanya dengan sombongnya.

Sutiyoso, “Wah… kok bisa tau juga?. Itu, menara Petronas kepegang!”, sahutnya.

Karena disombongin sama dua sahabatnya ini, giliran Sutiyoso yang menjulurkan tangannya keluar pesawat, “Wah… kita sedang berada di atas Tanah Abang!”, teriak Sutiyoso.

“Lho kok bisa tau sih?” tanya Dua temannya heran kepada Sutiyoso, “Ini… jam tangan saya ilang…”.


395) Kakinya Panjang Sebelah
Karena konflik kawasan Asia yang semakin memanas, maka negara tercinta Indonesia ini akan mengadakan wajib militer bagi wargannya. Namun ada saja, penduduk Indonesia yang nilai patriotismenya sangat rendah untuk mengikuti wajib meliter.

“Saya tidak mungkin bisa masuk Angkatan Darat!,” kata Hamid seorang pemuda yang enggan masuk wajib militer.

“Mengapa tidak?,” tanya Perwira Rekrut yang mendaftarnya.

“Karena kaki saya yang satu lebih panjang dari pada kaki yang lain,” jawabnya diplomastis.

“Jangan kuatir. Di tempat kau akan bertempur tanahnya juga tidak rata.”


396) Ternyata Salah Masuk Kamar
Jalil, lulus AKABRI jurusan kepolisian dan akhirnya jadi reserse kriminil. Ayahnya, seorang pengusaha yang kenal dengan orang ‘berpangkat’ di mabe Polri. Dia menitipkan anaknya itu agar dapat dibimbing di Jakarta, supaya cepat keriernya berkembang. Orang tersebut juga setuju setelah menerima Rp1 milyar. Jalil ditugaskan di bawah asuhan langsung Dan Reskrim.

Beberapa bulan kemudian, waktu Jalil mengunjungi ayahnya, sang ayah bertanya, “Apa yang sudah kamu dapatkan dari pengalamanmu, Nak?”

“Ada, ayah. Saya punya pengalaman yang menarik” Lalu Jalil bercerita pada ayahnya.

“Pada suatu malam, kami dapat telepon dari bagian sekuriti Hotel. Rupanya di sebuah kamar ditemukan perempuan dan seorang pria mati dalam keadaan tidur dan telanjang. Mereka rupanya orang Amerika.”

“Wah! Lalu apa yang dilakukan, nak ? ” tanya si ayah kagum.

“Kami dengan tenang memakai topi dan mengambil tongkat komando, dan sebelum berangkat meneguk vodka tonik yang tersedia di sudut meja. Kami tidak pernah tergesa-gesa, Ayah. Kami selalu kalem dan lalu masuk mobil. Mobil pun berangkat ke Hotel.”

“Kami menemui manajer hotel, dan kepada kami diberitahu nomor kamar di mana insan telanjang itu kedapatan mati. Manajer kelihatan gugup, waktu ia mengantarkan kami menuju ke kamar itu. Tapi Kami sangat tenang dan gagah. Semua dilakukan dengan tanpa ribut-ribut, supaya tidak heboh di kalangan tamu hotel”

“Lalu? “, seru si ayah.

“Yah, Kami pun masuk ke kamar itu dengan tanpa mengeluarkan bunyi. Saya dan manajer hotel bersijingkat mengikuti beliau. Di dalam kamar itu, benar juga seperti yang dilaporkan, di tempat tidur terbaring tubuh seorang pria bule dan tergetelak di sebelah tubuh seorang perempuan bule, telanjang … tapi ada yang aneh dan mencurigakan”

Jalil berhenti sebentar di sini, mengambil gelas untuk minum. Bapaknya menunggu tegang.

“Apa yang aneh dan mencurigakan?”.

Jalil meneruskan ceritanya, “Yang aneh dan mencurigakan ialah bahwa kemaluan laki-laki itu ternyata masih berdiri tegak”.

“Waduh! Apa yang terjadi?”, tanya si ayah.

“Mula-mula saya tidak tahu, pak. Tapi kemudian Kami dengan tenang memukulkan keras-keras tongkat komandonya ke ujung kemaluan itu, dan …”

“Dan apa, Nak?”

“Terdengar teriak keras. Laki-laki bule itu berteriak. Ia bangkit. Juga tubuh perempuan itu tiba-tiba berdiri. Kemudian baru kami tahu bahwa rupanya kami memasuki kamar yang salah. “


397) Peti Jenazah Nenek
Sebuah keluarga di sebuah Provinsi Selatan China dibingungkan saat sebuah peti jenasah dari nenek mereka tiba dari Amerika. Peti itu dikirimkan oleh salah satu sepupu mereka. Jenasah nenek itu nampak sangat terhimpit di dalam peti dan tidak ada ruang lagi yang tersisa. Saat mereka membuka tutup peti jenasah itu, mereka menemukan sebuah surat yang isinya :

Sepupuku yang terkasih,

Bersama ini aku kirimkan tubuh nenek dan dia ingin untuk dikremasikan di tanah leluhur kita di Tung Shin. Maaf aku tidak bisa datang karena gajiku sudah tidak bersisa lagi.

Kalian akan menemukan di dalam peti, di bawah tubuh nenek, 12 kaleng Yohmeitsu, 10 kantong coklat Swiss! Dan beberapa kantong Chinatown Lap Cheong. Itu semua untuk kalian, dibagi rata, ya!

Di kaki nenek, kalian akan menemukan sepasang sepatu Nike Air (ukurannya 10) untuk Ah Cu. Juga ada 2 pasang sepatu untuk Ah Mei dan Ah Lien. Semoga ukurannya cocok. Nenek memakai 6 buah T-Shirt CK (Calvin Klein). Yang ukurannya besar untuk Ah Bak dan yang lain untuk para keponakan. Kalian pilih sendiri yang mana.

Dua buah celana jeans Armani yang nenek pakai adalah untuk anak-anak. Jam tangan Rolex yang selama ini Lee Ah Bai inginkan ada di tangan kiri nenek.

Untuk bibi Pei Pei, nenek mengenakan kalung, cincin dan anting merk Tiffany yang selama ini engkau inginkan. Itu semua untukmu. Juga ada 6 buah kaos kaki Polo yang dipakai nenek dibagi juga untuk para sepupu.

Jangan lupa, beritahu aku apa lagi yang kalian butuhkan karena kakek akhir-akhir ini juga memburuk kesehatannya?, aku dapat mengirimkan semua itu saat kakek kita kembali ke sana juga?


398) Dompet Punya Kakek
Ceritanya Madhasim sedang menghadiri pesta pernikahan cucunya yang
di luar kota. Seminggu sebelumnya Madhasim sudah berada di sana. Dia ikut sibuk mempersiapkan pesta.
Pas hari H nya. tamu yang datang begitu banyak tak henti-hentinya Madhasim terlihat sibuk menerima tamu yang datang. Sampai kira-kira sehabis isya baru tamu agak jarang.

Merasa kecapean Madhasim pergi kedalam rumah mencari tempat untuk beristirahat barang sejenak. Namun karena sempitnya rumah sang cucu semua ruangan terpakai dan tidak cukup untuk dipakai beristirahat. Lalu terlintas dipikirannya untuk beristirahat di kamar pengantin, “Mudah-mudahan aja mereka ga cepet-cepet masuk kamar” pikirnya.

Setelah berada di kamar pengantin Madhasim merebahkan tubuhnya di ranjang pengantin. Ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal di belakang tubuhnya. rupanya dompetnya yang berada di saku belakang celananya. Kemudian dompet itu ia ambil dan menaruhnya di atas Dipan pengantin.

Baru sebentar saja ia merasakan kenyamanan ranjang pengantin, di luar terdengar canda kedua pengantin yang hendak masuk kamar. Madhsim kaget dan ia bergegas bersembunyi di kolong ranjang.

“Silakan Neng duluan!,” terdengar pengantin pria berbicara.
“Nggak ah abang duluan ”
“Eh perempuan harus didahulukan ”
“Ah sama aja !”

Akhirnya pengantin pria yang mengalah sambil menuntun pengantin wanita.

Setelah pintu ditutup rapat-rapat dan yakin sudah tidak ada celah sedikitpun lau pengantin pria mulai merayu.

“Ee.. Neng, boleh abang nanya?”
“Emang mau nanya apa?”
“Idung neng koq bagus banget ya, punya siapa?”
“ya punya neng!”
“Boleh ga buat abang?”
“Ee.. Boleh deh”
“kalo bibirmu yang manis, boleh juga buat abang”
“boleh, pokoknya sekarang semuanya milik neng abang boleh minta”

“Ooh kalo begitu, Ee.. anu… anu..”
“Anu apa bang?”

“Anu … Ee.. itu….. dom…pet boleh buat abang juga ya?,” belum sempet pengantin waniita menjawab. “Jangan !!!! itu dompet kakek…!!!”


399) Ketika Ulang Tahun
Dua minggu yang lalu adalah ulang tahunku ke-35 dan mood ku tidak terlalu baik pada pagi itu. Aku turun untuk sarapan dengan harapan istriku akan memberi ucapan dengan penuh sukacita, “Selamat Ulang Tahun Suamiku Tersayang” dan mungkin saja dengan sebuah kado ulang tahun.

Waktu berlalu dan bahkan dia tidak mengucapkan selamat pagi. Aku berpikir, Ya, itulah istri, tapi mungkin anak-anakku akan mengingat kalau hari ini aku berulang tahun.

Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan namun mereka juga tidak mengatakan satu patah katapun. Akhirnya aku berangkat ke kantor dengan perasaan penuh kecewa dan sedih.

Ketika aku masuk ke ruangan, sekertarisku, Janet, menyapaku, “Selamat pagi Boss, Selamat Ulang Tahun”. Dan akhirnya aku merasa sedikit terobati mengetahui ada seseorang yang engingat hari ulang tahunku.

Aku bekerja sampai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk pintu ruanganku dan berkata “Apakah Anda tidak menyadari bahwa hari ini begitu cerah diluar dan hari ini adalah hari ulang tahun Anda, mari kita pergi makan siang, hanya kita berdua”.

Aku berkata, “Wow, itu adalah perkataan yang luar biasa yang saya dengar hari ini, mari kita pergi”. Kami berdua pergi makan siang. Kami tidak pergi ke tempat dimana kami biasanya makan siang, tetapi kami pergi ke tempat yang sepi. Kami memesan 2 botol martiny dan sangat menikmati makan siang kami.

Dalam perjalanan pulang ke kantor, dia berkata, “Anda tahu ini adalah hari yang begitu indah, Kita tidak perlu kembali ke kantor kan?”

Tidak perlu, saya pikir tidak perlu, jawabku. Lalu dia mengajak saya untuk mampir ke apartemennya. Setelah tiba di apartemennya, dia berkata, “Boss, jika Anda tidak keberatan, saya akan pergi ke ruang tidur dan melepaskan sesuatu agar lebih nyaman”.

Tentu saja sahutku dengan gembira. Dia pergi ke kamar tidur dan kira-kira enam menit kemudian dia keluar membawa kue ulang tahun yang besar diiringi oleh istri, anak-anakku dan sejumlah rekan kerja kami sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.

Aku hanya duduk terpaku disana. Di sebuah sofa panjang, telanjang tanpa sehelai benang..


400) Pakai Cincin Kawin
Di sebuah sekolah dasar, suatu saat seorang guru bertanya pada salah satu muridnya:
Bu Guru : “Hei Udin tolong jawab pertanyaan ibu yaach…, Kalo ada 5 ekor burung di jendela, kemudian ditembak satu, berapa yang masih tertinggal?.”

Udin : “Habis dong Bu, kan lainnya pada terbang”

Bu Guru : “Salah, harusnya dijawab masih tinggal 4 ekor, tapi saya seneng kok cara kamu berpikir…..”

Di saat yang lain Udin balik bertanya pada Bu Guru.

Udin : “Bu Guru tolong jawab pertanyaan saya…Kalo ada tiga orang cewek, masing-masing membawa es krim, cewek pertama makan es krim dengan menggenggam contongnya, yang kedua dengan menjilati es krim tersebut, yang ketiga langsung mengulumnya, Manakah diantara cewek itu yang sudah menikah?”

Bu Guru : “Haaahhhh ….. pasti yang makannya dengan mengulum langsung yaaaa”

Udin : “Salah….. harusnya dijawab yang sudah pake cincin kawin, tapi saya senang lihat cara berpikir Bu Guru”

Bu Guru : ??!!!#@$%^

CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar

BACA JUGA :

1 komentar:

  1. Selamat malam bossku semua...
    Kamu Sering Kalah Main Judi?
    Sudah Tidak Jaman Lagi Kalah Main Judi
    Kami Hadir Dengan Inovasi Terbaru & Tercangih, Dengan Jackpot Yang Super Pasti & Gampang Untuk Menang Terus Di Setiap Hari .
    Transaksi Cepat, Aman & Terpercaya.
    Tersedia 7 Games Dalam 1 User ID :
    New Game ------>> GAME SAKONG
    Poker, Domino, Bandar Ceme, Capsa, Ceme Keliling, dan Live Poker
    Minimal Deposit Rp.15.000,-
    Minimal Withdraw Rp.15.000,-
    Promo Bonus Harian + Mingguan + Bulanan :
    - Bonus Deposit
    - Bonus Turn Over Harian 0.5%
    - Bonus Refferal 10% + 10%
    Untuk Informasi Lebih Lanjut Segera Hubungi CS Kami 24 Jam : www,royalqq,poker

    BalasHapus