401) Menginjak Boom
Di sebuah misi perdamian di Bosnia, empat orang tentara perdamaian dari Amerika, Ingris, Jepang dan Indonesia sedang berpatroli. Sambil berjalan keempatnya lalu menceritakan pengalaman tentang keberaniannya masing-masing.
Tentara Amerika berkata, “Di Vietnam saya sendirian di hutan melawan tigaratus tentara Vietkong, separuhnya saya sikat habis, keluar dari hutan hanya jari telunjuk saya yang bengkak karena memencet pelatuk”.
Tentara Inggris, “Di Irlandia saya disekap dimarkas IRA, saya meloloskan diri dengan menghabisi 20 orang teroris, cuma satu sepatu saya yang tertinggal”.
Tentara Jepang, “Di Tokyo saya dikepung oleh selusin anggota Yakuza yang menggunakan samurai, dengan tangan kosong saya buat mereka babak belur, cuma satu kancing baju saya yang copot.”
Tentara Indonesia tersenyum-senyum dan berdecak kagum mendengar kisah rekan-rekannya tersebut. “Saya belum pengalaman, belum pernah ke Vietnam, belum pernah ke Irlandia, belum pernah ke Tokyo, seperti kalian, saya ingin nanya, berapa lama ranjau terinjak akan meledak?, Sekarang saya menginjak..Boommm..
402) US Ketipu
Kisah ini terjadi di perairan selatan Indonesia. Kala itu sebuah kapal induk dan Frigate US sedang melakukan perjalanan dari Australia. Ketika mendekati Zone Ekonomi Ekclusive (ZEE), seorang awak kapal mereka melihat sebuah kapal selam Indonesia sedang melaju di permukaan.
Sadar bahwa mereka hampir melanggar wilayah sebuah negara berdaulat, mereka segera mengirimkan sinyal ijin melintas dan segera meninggalkan area tersebut dan menjauh. Tapi herannya sang awak kapal US melihat kapal selam dengan santainya melaju terus tanpa memperdulikan kapal-kapal US.
Beberapa hari kemudian dalam pers militer AS, awak kapal US memuji keberanian kapal selam Indonesia dalam menjaga perairannya, sehingga tidak takut menghadapi kapal induk beserta Frigate US dengan hanya menggunakan 1 buah kapal selam butut.
Sebaliknya media di Indonesia, saat itu justru memberitakan, “Awak kapal selam Indonesia sibuk memperbaiki kapal selam mereka yang nggak mau nyelem. Karena lifting ship pada kapal itu rusak.”
Berikutnya US Army berkomentar, “Jangkrik, ketipu kita
403) Lomba Balap Lari
Prayitno duda ganjen 70 tahun, sedang mengeluh pada cewek ‘bidikannya’ yang masih istri orang, “Non, aku ini sebel dengan anak-anak karang taruna, kurang ajar banget, masak aku dikumpulin sama manula yang loyo loyo buat balap lari, untuk manula Agustusan”, katanya sambil usaha pedekate pada si cewek.
Si Cewek sambil jutek bilang, “Lho bukannya malah kakek menang?”
“Hus jangan panggil kakek dong?!, kang mas gitu,” kata Prayitno.
“Iya deh, kang mas, kan kalo kang mas menang, mustinya malah senang dong!,” jawab cewek sambil menyenangkan.
“Gimana mau seneng, orang di garis finish-nya disuruh nyium kembang,” ungkap kakek terlihat kesel.
“Cuma nyium kembang aja kok segitu keselnya, santai aja kek, eh kangmas,” pinta si cewek untuk tenang.
“Gimana mau nggak kesel, orang justru jenggotku rontok kena kembang itu kok”
“Alah, orang cuma kembang aja kok bisa sampe rontok jenggotnya mas, kembang apaan”
“Kembang Api!”
404) Yang Putih Juga
Suatu hari, Rahmad berpapasan dengan seorang gembala yang sedang menunggui kambingnya. Rahmad bertanya dengan takjub, “Pak, boleh saya bertanya?”
Gembala: “Boleh, soal apa?”
Rahmad : “Kambing-kambing Bapak sehat sekali, bapak kasih makan apa?”
Gembala : “Yang mana dulu?, yang hitam atau yang putih?”
Rahmad : “mmmm …Yang hitam dulu deh….”
Gembala : “Oh, kalo yang hitam, dia makannya rumput basah”
Rahmad : “Ohh…kalo yang putih?”
Gembala : “Yang putih juga…”
Rahmad : “Hmmm…kambing-kambing ini, kuat jalan berapa kilo pak?”
Gembala : “Yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?”
Rahmad : “Mmmm Yang hitam dulu deh….”
Gembala : “Oh, kalo yang hitam, 4 km sehari”
Rahmad : “kalo yang putih?”
Gembala : “Yang putih juga…”
Rahmad mulai gondok dengan jawaban pengembala tadi.
Rahmad : “Kambing ini, menghasilkan banyak bulu ngga pak, pertahunnya?”
Gembala : “Yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?”
Rahmad : “(dengan kesalnya) yang hitam dulu deh…”
Gembala : “Oh, yang hitam, banyak…10 kg/th”
Rahmad : “Kalo yang putih…?”
Gembala : “Yang putih juga”
Rahmad : “Bapak kenapa sih selalu ngebedain kambing dua ini, kalo Jawabannya sama?”
Gembala : “Oh, gini dik, soalnya yang hitam itu, punya saya….”
Rahmad : “Oh gitu pak, maaf kalo begitu, saya emosi…kalo yang putih?”
Gembala : “Yang putih juga”
405) Bus Nomer 54
Mustofa akan pergi ke Glodok untuk membeli keperluan Istrinya. Sesampainya di pertigaan rumah dia bingung, lupa menanyakan kendaraan apa yang menuju ke arah Glodok. Kebetulan saat itu ada seorang polisi yang sedang menaiki sepeda motor. Mustofa buru meminta polisi itu berhenti dan bertanya padanya.
Mustofa: “Pak Polisi, Boleh saya minta tolong?”
Polisi : “Ya..ya.. ada apa Pak”
Mustofa: ” Saya mau ke arah Glodok, tapi ngak tau bus yang mana pak?”
Polisi : “Ohhh..tunggu sebentar,… nanti ada Bus nombor 54 datang,… itu bis yang menuju Glodok”
Mustofa: “Oooo bus nomor 54 ya pak, Trima kasih…”
Mustofa pun duduk menunggu kendaraan nomor 54, beberapa kali bus berlalu di depannya, saat kernet menawarinya, Mustofa pun tidak berkutik dari tempat duduknya.
Mustofa lebih percaya pada pak Polisi, tidak mungkin polisi menipu, justru para kernet lah yang sering menipu penumpang.
Menjelang jam 3 sore, kebetulan Polisi yang ditanyai Mustofa tadi kebetulan berlalu di depan mustopa, “Jodoh Pak Ya, berangkat ketemu pulang ketemu lagi”
Mustofa: “Wah Pak, wong saya belum berangkat, saya masih menghitung 52 kok, dua bus lagi khan yang ke Glodok”
406) Gendruwo dan Perempuan Cerewet
Seorang Pemuda paruh baya akhirnya harus menikah dengan Muani, perempuan yang dikenal cerewet di seluruh jagad raya. Semua yang dikerjakan pemuda itu nyaris tidak ada yang benar. Setiap hari diomelin, pagi ngomel, siang ngomel, malam mau tidur pun masih ngomel.
Saking tertekan si Pemuda punya ide untuk memberi pelajaran pada sang sitri. Kebetulan di belakang rumah mereka ada sumur tua yang sudah lama tidak digunakan. Para tetangga menganggap, sumur itu angker dan banyak mahluk halusnya, seperti jin dan gendruwo.
Diikatnya sang istri dengan tangan ke belakang dan dengan diuluri tali dimasukannya istrinya ke dalam sumur itu.
Satu jam berjalan, sang pemuda merasa ada yang aneh, kayaknya ada sesuatu yang kurang, dia bingung?, “Apa ya yang kurang?”
Ternyata setelah dipikir-pikir dia ‘kehilangan’ omelan istrinya. Dia merasa kangen dengan omelan sang istri karena dianggap membantu merangsang otaknya untuk bisa berpikir normal.
Setelah satu setengah jam, dia bermaksud mengangkat istrinya dari sumur, tetapi demi gengsi ia urungkan niatnya itu, ‘nantilah setengah jam lagi’ pikirnya, setelah pas dua jam dia pergi ke belakang rumah.
Ditariknya tali yang tadi digunakan untuk memasukkan istrinya ke dalam sumur. Dia merasa berat sekali, susah payah dia menarik tali itu, pikir dia istrinya semakin berat saja.
Setelah dia mengerahkan seluruh tenaga akhirnya tali itu bisa juga ditariknya, dia kaget setengah mati karena yang terbawa tali itu justru mahluk halus berwujud gendruwo.
Dan gendruwo itu berkata, “Saya merasa nggak tahan berada di bawah sana, ada perempuan cerewet sekali disana”
407) Untung Tidak Ikut Bicara
Amir sedang berada di masjid, sholat bersama teman-temannya. Tiba-tiba, salah seorang di antara mereka nyeletuk, “Aku ragu jangan-jangan, kompor di rumah masih menyala.”
Temannya yang sholat di sebelahnya berkata, “Dengan bicara begitu sholatmu batal. Kamu harus mulai lagi dari awal.”
“Kamu juga,” kata temannya yang duduk di sebelahnya lagi.
“Alhamdulillah,” kata Amir keras-keras, “untung aku tidak ikut bicara.”
408) Membawa 10 Pemuda
Mpok Hindun, seorang janda yang telah sekian lama ditinggalkan suaminya. Dia tergolong perempuan hypersex yang saat ini tengah mencari calon suami. Ketika Pak Yadi, dua kampung sebelah hendak melamar dirinya, Mpok Hindun berkata dengan sesumbar, “Kalau kau bisa membuatku puas di malam pertama nanti seluruh hartaku akan kuserahkan padamu!”
Perkawinan pun terjadi, di malam pertama, Pak Yadi memadamkan lampu kamar pengantin lalu mulai melayani gairah Mpok Hindun. Setiap Pak Yadi mencapai puncak kemesraannya, ia langsung ke kamar mandi dengan alasan membersihkan. Keluar dari kamar mandi, ia melayani Mpok Hindun kembali.
Hal itu dilakukan Pak Yadi berkali-kali sampai pagi tiba, sehingga Mpok Hindun akhirnya merasa puas dengan pelayanan Pak Yadi.
“Kau benar-benar pria yang dasyat dan hebat, mas Yadi. Tak kusangka kau bisa memuaskan hatiku. Maka sesuai janjiku, kini seluruh harta kekayaanku kuserahkan padamu, termasuk Dua puluh tiga taksi, lima toko emas, dua buah restaurant dan dua buah Pabrik (Pabrik Tempe dan Pabrik Batu Bata)”
Tiba-tiba dari kamar mandi keluar sepuluh orang pemuda sambil bersorak kegirangan, “Horeeeeeeeee . . . . . . . . ! Kita berhasil!!, Jatahnya kita bagi”
Ternyata Pak Yadi menyimpan sepuluh temannnya di kamar mandi dan bergiliran melayani Mpok Hindun. Orang pertama dan orang terakhir yang melayani Mpok Hindun adalah Pak Yadi.
409) Pilot Helikopter Dan Kakek Pelit
Suatu hari seorang kakek sedang mengajak cucunya liburan. Walaupun si kakek sangat sayang pada cucunya, namun si kakek tergolong sangat pelit. Ketika melihat permainan terbang dengan helikopter, si cucu merengek rengek untuk naik helikopter tersebut. Si kakek pun bertanya kepada si pilot.
Kakek : “Berapa harga naik satu putaran?”
Pilot : “US$100, tapi jika dalam perbangan nanti anda tidak berkata sepatah katapun, saya akan kembalikan US$100 anda dan anda mendapatkan US$500 sebagai bonus.”
Mendengar pernyataan pilot, si kakek pun menjadi tertarik dan mulailah mereka terbang jungkir balik. Si pilot sangat heran karena dalam penerbangan tidak ada sepatah katapun terdengar dari si kakek.
Sesampainya di darat Pilot mendekati si kakek dan memberikan US$100 + US$500 bonus kepada si kakek, “Saya benar-benar salut kepada anda karena anda tidak bicara sepatah katapun dalam penerbangan”, kata si pilot.
“Sebenarnya saya mau bilang dari tadi, namun kerena takut harus bayar US$100 jadi saya diam saja.”, jawab si kakek.
“Anda mau bilang apa tadi?”, tanya si pilot.
“Cucu saya terjatuh saat terbang.”
410) Penderitaan Saat Melahirkan
Zaman dulu, para wanita selalu menderita sakit kala melahirkan. Keadaan yang kurang adil ini kemudian berubah. Perubahan itu karenakan para wanita secara bersama-sama memohon kepada dewa agar ditegakkan keadilan, yaitu supaya kaum lelakilah sebagai penyebab yang seharusnya menderita sakit dikala sang isteri melahirkan.
Ternyata petisi ini dikabulkan, sehingga sejak saat itu apabila seorang isteri melahirkan, maka dengan mudah dan santai penuh perasaan ia dapat melahirkan anaknya sehingga hal ini sangat membantu ilmu kedokteran dalam menekan resiko melahirkan. Disamping itu secara mengenaskan sang suami yang mendampinginya diluar menggeliat-geliat serta meraung-raung kesakitan demi keselamatan sang isteri yang melahirkan.
Para lelaki menganggap hal ini biasa, karena ini akan menambah bintang kepahlawanan pria dalam rumah tangga. Tetapi, keadaan itu berubah sejak terjadi sebuah peristiwa berikut ini:
Suatu waktu seorang wanita dari kalangan terkemuka disuatu kampung akan melahirkan. Para sanak keluarga dan para tetangganya sekampung ikut mengantarkan kelahiran ini dengan ikut menunggu diluar.
Sang suami telah disediakan tempat tidur disamping sang isteri, lengkap dengan segala peralatan untuk mengantisipasi segala kemungkinan penderitaanya. Saat melahirkan terjadi, sang istri dengan tenang penuh kasih sayang menjalankan kelahiran yang mulus ini.
Tetapi, sang suami yang dengan tegang menunggu datangnya penderitaan tetap saja tidak bergeming sampai terdengar pekikan sang anak. Yang sangat mengejutkan ternyata diluar terlihat kehebohan, ternyata Bapak Kepala Desa (Kades) berguling-guling serta berteriak-teriak kesakitan.
Semua khalayak terdiam sejenak, secara serentak semua ibu2 yang berada disekitar itu secara diam-diam dan bersungguh-sungguh berdoa kepada dewa:
“Biarlah semua penderitaan ini kamilah yang menanggung asalkan semua rahasia tetap menjadi milik kami!”
Nah, sejak saat itulah, setiap kejadian kelahiran akan disertai penderitaan yang ditanggung secara ikhlas oleh wanita.
![]() |
| CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar |
BACA JUGA :


Situs POKER paling menarik....
BalasHapusApalagi kalau bukan www,royalqq,poker
Kini Hadir Game Terbaru ===>> GAME SAKONG
Dengan didukung server terbaik...
Sehingga permainan selalu lancar
Paling rame, Paling fair, NO ROBOT, Murni Player vs Player
Disinilah tempat berkumpulnya Master-Master Poker
Deposit minimum Rp. 15.000
Support Bank BCA, MANDIRI, BNI, BRI
Salam ROYALQQ