Sabtu, 20 Agustus 2016

Kumpulan Cerita Lucu Part #42 ( 411-420 Cerita )


411) Kisah Bajak Laut Dan Burung Camar
Seorang pelaut bertemu dengan bajak laut yang tengah asyik di sebuah bar dan terlibat perbincangan seru tentang petualangan mereka. Si pelaut sangat tertarik melihat si bajak laut yang mengenakan kaki palsu, tangan berkait, dan bermata satu.

“Gimana ceritanya anda bisa berkaki palsu seperti itu?,” tanya si pelaut.

“Waktu itu ombak besar menghempaskan aku ke laut…dan ternyata di tempat itu banyak hiunya!. Ketika teman-teman menarik saya ke atas, seekor hiu menggigit kaki saya hingga lepas!,” cerita si bajak laut berapi-api.

“Wow!!!,” teriak si pelaut. “Terus, gimana ceritanya anda bisa memakai kait tajam di tangan anda?”

“Yaah…inilah kehidupan keras bajak laut. Waktu itu saya dan teman-teman terlibat peperangan dengan musuh kami. Sialnya, seorang musuh berhasil menebas tangan saya hingga putus. Sejak saat itulah saya mengenakan tangan kait,” jawab si bajak laut.

“Luarrr biasaaa!!!!!,” si pelaut terkagum-kagum mendengar cerita heroik itu.

“Lalu, apa yang terjadi dengan mata anda?”

“Ini kejadiannya pagi hari, sehabis hujan. Ketika itu saya mendongak ke atas melihat keindahan pelangi. Eh, tiba-tiba seekor camar melintas dan membuang kotoran tepat di mata saya,” ujar di bajak laut.

“Anda kehilangan mata gara-gara dijatuhi kotoran oleh seekor camar?,” tanya si pelaut nggak percaya.

“Ya, Hari itu adalah hari pertama saya mengenakan kait di tangan, waktu mengusap mata saya lupa kalau jari saya dari besi,” jawab si bajak laut.


412) Mampu Ngibulin Amerika
Korea Utara, Seorang ahli nuklir presiden Korea Utara datang menghadap untuk membicarakan program nuklirnya.

Presiden: “Kita harus menghadapi Amerika!, kita harus buktikan kemampuan nuklir kita, cepat kamu luncurkan rudal jarak jauh kita, Tae podong.”

Ahli nuklir : “Maaf pak, bukankah kita sesungguhnya tidak punya hulu ledak nuklir!”

Presiden : “Saya tau, luncurkan saja tanpa memakai hulu ledak apapun!!”

Akhirnya Korea utara meluncurkan rudal kosongnya menembus los anggles, tentunya tidak meledak, semua koran dan TV memberitakannya dan menjadi headline.

Beberapa waktu kemudian Presiden muncul di TV dan mengatakan, “Militer kami sengaja melakukan itu untuk membuktikan kemampuan jarak peluncur rudal kami (tae podong), selanjutnya rudal kami akan diisi hulu ledak Nuklir!!”.

Amerika terkejut dan ketakutan, pejabat Amerika mengadakan kesepakatan damai dan akan memberikan bantuan uang untuk merekstruturisasi pembangunan Korea Utara dengan catatan Korea Utara tidak meluncurkan Nuklir. Di markas besar Korea Utara,

Ahli Nuklir : “Pak, negara kita adalah negara berdaulat kenapa kita mau berdamai dengan negara seperti Amerika”

Presiden: “Kamu tau apa sih!! sudah kah kau terima uang pembangunan dari Amerika itu!!”

Ahli nuklir : “Sudah pak ini uangnya!!”

Presiden : “OK, cepat kau pergi ke China!!”

Ahli nuklir : “Bukannya uangnya untuk pembangunan negara kita pak!!”
Presiden: “Kau bodoh sekali!!! kau kesana untuk membeli 20 hulu ledak nuklir!! Sekarang kita bisa meluncurkan rudal kita ke Los angles dengan Nuklir sungguhan!!”

Ahli nuklir : “Anda memang hebat!, mampu ngibulin Amerika..”


413) Cari Tempat Untuk Bercumbu
Sepasang kekasih yang sedang kasmaran mencari tempat untuk bercumbu, tapi tempat yang dia datangi selalu saja banyak orang.

Akhirnya, si Pemuda menemukan ide dan membawa pacarnya ke stasiun kereta api.

Berdiri di samping pintu mobil seakan-akan sedang melepas kepergian pacarnya. Dia menciumnya dengan mesra.

Setelah pasangan itu mengulangi percobaannya lima-enam kali di jalur yang berbeda, seorang Portir yang simpatik mendekati pemuda itu dan berbisik, ” Kenapa kau tidak membawa dia ke Terminal bus. Di sana bus berangkat tiga menit sekali.


414) Survey Kampung Kikir
Nasrudin mendapat informasi bahwa ada sebuah desa yang warganya terkenal kikir semua. Dia ingin membuktikan hal itu. Maka Nasrudin pergi ke desa itu.

Sesampainya di desa tersebut, Dia menuju sebuah rumah untuk meminta minum. Segera si pemilik rumah keluar dengan membawa segelas susu.

Setelah meminum separuh gelas susu itu dan mengucapkan terimakasih, Nasrudin berkata pada pemilik rumah itu, “Saudaraku! Aku mendengar, kalian para warga desa ini terkenal sebagai orang kikir, tetapi ternyata kalian orang yang dermawan. Aku minta air minum, tetapi kau beri susu.”

Sambil tersenyum mengejek si pemilik rumah berkata, ” Andaikata air susu yang kau minum tadi tidak kejatuhan tikus, tentu tak akan ku berikan kepadamu!’

Betapa marah Nasrudin mendengar ucapan pemilik rumah itu, dia pun membuang gelas yang masih ada di tangannya itu ke tanah. Melihat ulah Nasrudin, pemilik rumah berseru, “Hai tamu tak tahu diri! jangan kau buang, gelas itu tempat kencing anak perempuanku!!”


415) Cara Memilih Menteri Pintar
Seorang pejabat tinggi di Indonesia yang akan mencalonkan diri menjadi presiden 2009 mendatang, belajar kepada petinggi Singapura cara memilih menteri yang pintar dan tepat. Maka kemudian berkunjunglah Dia ke rumah petinggi Singapura tersebut. “Bagaimana caranya memilih menteri yang pintar, di negara Anda?,” tanya Calon Presiden RI tersebut.

“Wah gampang, Kita test saja kecerdasannya,” jawab Petinggi Singapura. Dan tokoh Singapura itupun memanggil bawahannya, Goh Chok Eong. Pejabat tersebut mengajukan satu pertanyaan yang harus di jawab oleh Goh dengan cepat dan tepat, “Hai Goh, misalkan orang tuamu punya anak tiga orang. Siapakah gerangan anak yang bukan kakakmu, dan bukan pula adikmu?”.

Goh menjawab tangkas, “Ya itu saya sendiri”.

Pejabat tersebut bertepuk tangan, “Angka 10 buat Goh.

Pejabat Indonesia tersebut sangat terkesan dengan cara memilih menteri gaya Pejabat Singapura tersebut.

Pulanglah Dia ke Jakarta dan segera mempraktekan ilmu barunya. Dia kemudian menguji Seto Sulangit, salah satu calon menterinya bila terpilih.

“Seto Sulangit, coba sampeyan jawab pertanyaan dari-pada saya ini, misalken orang tua daripada sampeyan punya anak tiga orang, siapakah gerangan anak yang bukan kakak sampeyan, dan bukan pula adik sampeyan?”, tanya pejabat Indonesia tersebut.

Ternyata Seto Sulangit tidak segera dapat menjawab. Tapi dia punya akal dan minta permisi sebentar ke luar ruangan, dan dia bertemu Subrata, bawahannya. “Coba, mas Brata”, katanya kepada bawahannya ini, “Misalkan orang tua situ punya anak tiga orang, siapa gerangan anak yang bukan kakaknya situ dan bukan pula adiknya situ?.”

Subrata berpikir lima menit, lalu menjawab, “Itu jelas saya, Pak”.

Seto Sulangit senang, dan masuk kembali keruang Pejabat Indonesia tersebut, dia langsung maju, “Mohon petunjuknya…eh pertanyaannya diulang Pak?”

Pejabat Indonesia tersebut dengan penuh sabar dan senyum mengulangi, “Orangtua daripada sampeyan punya anak tiga orang. Siapakah anak yang bukan kakak daripada sampeyan dan bukan adik daripada sampeyan?”

Seto Sulangit kali ini menjawab tangkas, “Ya, itu pasti Subrata, Pak!”

Pejabat Indonesia Ini ketawa geli, “Seto…Seto…..sampeyan ini gimana! jawabannya ya salah…….jawaban daripada yang benar. orang itu adalah Goh Chok Eong”

“Begitu saja koq ndak tau To…Seto!”


416) Pesta Pernikahan
Nasrudin menghampiri sebuah pesta pernikahan. Dia melihat seorang sahabatnya asik makan.

Namun di samping makan sangat banyak, dia juga sibuk sekali mengisi kantong bajunya dengan makanan.

Melihat kerakusan sahabatnya, Nasrudin mengambil teko berisi air. Diam-diam diisinya kantong baju sahabatnya dengan air.

Tentu saja sahabatnya terkejut dan berteriak, ” hai Nasrudin, gilakah kau?” masa kantongku kau tuang air!”

“Maaf, aku tidak bermaksud buruk, sahabat,” jawab Nasrudin, “Karena tadi kulihat betapa banyak makanan di telan kantongmu, maka aku khawatir dia kehausan. Karena itu kuberi minum secukupnya.”


417) Ngintip Pengantin Baru
Sepasang pengantin, Koko dan Desy, akan melalui malam pertamanya. Setelah acara usai, sepasang pengantin ini masuk kamar. Di kamar sudah tertumpuk kado dari rekan-rekan mereka.

Satu persatu kado di buka, mendadak Desy tertawa girang. Dia menemukan kado berisi sepasang sepatu, dia ingin sekali untuk mencoba memakainya, ternyata sepatu tersebut kekecilan. Desy terus memaksa, namun sia-sia. Koko yang melihat tidak tega, terus bertanya.

Koko : “Kenapa, terlalu sempit?”

Desy : “Iya mas, sakit nih…”

Koko : “Saya masukin perlahan-lahan ya?”

Desy : “Iya mas, tapi jangan keras-keras ya?”

Suaminya membantu memakaikan sepatu sempit itu di kaki isterinya dengan sedikit memaksa.

Desy : “Mas, sakit mas… anunya terlalu sempit…”

Koko : “Tahan donk, saya coba lagi ya?”

Tanpa mereka sadari, orang tua mempelai perempuan, Mak Mimien, lagi nguping di balik pintu kamar pengantin… rupanya ibu mempelai perempuan ini berpikiran lain… dia tidak tega kepada anak perempuanya yang mengalami kesulitan saat malam pertama, saking tidak tahannya, terpaksa ibu mempelai wanita menyela dari balik pintu.

Mak Mimien: “Kenapa nak, susah masuknya?”

Desy : “Iya maaak…”

Koko : “Kekecilan sih tanteeee…”

Mak Mimien : “Coba olesin dengan air liur…”

Koko : “Akan saya coba tante.”

Desy : “Cepat dong mas, dipoles ama air liur…”

Dengan tergesa-gesa pengantin pria memoles seluruh permukaan kaki isterinya dengan air liur.

Koko: “Coba dimasukkan lagi ya sayang???”

Desy : “Iya mas…”

Setelah dimasukkan kaki yang dipolesi liur tadi ternyata dengan mudah masuk.

Koko : “Nah… masuk kan???”

Desy : “Iya… tapi…”

Koko: “Kenapa, masih sakit ya?”

Desy : “Iya, tadi gak terlalu sih, malah udah enak.”

Mak Mimien: “Nah… tuh bisa masuk kan? Sekarang tinggal digoyang nak.”


418) Penjual Celana Dalam
Pada suatu ada 2 orang penjual celana dalam, Paimen dan Paijo mereka meributkan soal daganganya.

Paimen : “Kamu percaya enggak kalo 99% wanita di Indonesia tidak memakai celana dalam.”

Paijo : “Ahhhhh… tidak mungkin.”

Paimen : “Mau bukti?”

Lalu Paimen membuktikannya dengan bertanya kepada setiap wanita yang lewat didepannya.

Paimen : “Mbak, pakai celana dalam mbak?”

Wanita 1 : “Ahhh… kemarin khan sudah!”

Paimen : “Mbak, pakai celana dalam mbak?”

Wanita 2 : “Ahhh… enggak ahh!”

Paimen : “Mbak, pakai celana dalam mbak?”

Wanita 3 : “Enggak mas… lain kali saja!!”

Lalu terbukti perkataan Paimen kepada Paijo, bahwa 99% wanita tidak memakai celana dalam


419) Lipstik Murahan
Seorang pria datang ke dokter kelamin dengan keluhan, “Dokter, alat kelamin saya kok merah-merah?”,

Dokter pun menjawab, “Wah gawat itu, jangan-jangan anda terkena penyakit kelamin yang menular”.

Lalu dokter dan pria itu pun masuk ke kamar periksa untuk diperiksa oleh dokter tersebut, “Coba kita lihat alat kelamin saudara”.

Setelah melihat dengan teliti dokter itu pun berdiri dan kembali ke ruang prakteknya.

“Bagaimana dok, apa penyakit saya?”, tanya pria itu.

Dokter pun menjawab, “Lain kali bilang sama pacar kamu, kalau memakai lipstik jangan yang murahan, makannya nempel.”


420) Teriakan Memelas
Seorang anak berlari menemui ibunya yang tengah memasak di dapur.

Anak : “Bu, minta uang.”

Ibu : “Buat apa?”

Anak : “Itu, di depan rumah ada orang yang berteriak memelas.”

Ibu : “Bagaimana teriakannya?”

Anak : “Bakso, Bakso!”

CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar

BACA JUGA :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar