311) Pindah Kamar
Seorang pemuda merasa ada yang tidak beres dengan kondisi badannya, kemudian dia pergi menemui dokter
Pemuda : “Dok, bagaimana dengan kesehatan saya…??”
Dokter : “Kamu tidak apa-apa, kalo kamu minum obat yang teratur maka akan cepat sembuh.”
Pemuda : “Gimana kalau saya minum obatnya sekaligus dok?”
Dokter : “Nggak masalah, paling kamu cuma akan pindah kamar.”
Pemuda : “Berarti saya sembuh dok???”
Dokter : “Nggak, cuma akan pindah ke kamar mayat!”
312) Eksekusi Hukuman Mati
Pada suatu hari seorang terpidana akan di eksekusi hukuman mati karena terbukti bersalah melakukan pembunuhan berantai.
Sebelum terpidana tersebut di eksekusi oleh regu penembak, seorang kepala regu penembak menanyakan permintaan terakhir sang terpidana.
“Apa permintaan terakhir kamu sebelum ditembak mati?” tanya kepala regu pada terpidana.
“Tolong senapannya diarahkan ke orang lain, Pak!” jawab sang terpidana
313) Burung Beo Dan Pesulap
Seorang pesulap yang bekerja di sebuah kapal pesiar, selalu mengulang trik yang sama setiap minggu. Pasalnya, penontonnya selalu berbeda setiap minggu.
Tapi, tetap ada masalah. Burung beo milik kapten, yang menjadi penonton setia, mulai memahami semua trik si pesulap itu. Setelah mengerti, dia mulai berteriak-teriak di tengah-tengah pertunjukan.
“Lihat, topi itu berbeda,” ujar si beo.
“Lihat, dia menyembunyikan bunga dibawah meja.”
“Hei, semua kartunya adalah As!”
Si pesulap sangat jengkel tapi tak mampu berbuat apa-apa. Namanya juga, burung peliharaan sang kapten. Suatu hari, kapal pesiar itu mendapat kecelakaan dan mulai tenggelam.
Si pesulap menemukan sebatang kayu dan terapung-apung di tengah laut, bersama burung beo itu. Mereka saling memandang dengan benci dan berdiam diri.
Hari demi hari, mereka berdua cuma melotot satu sama lain.
Setelah lewat satu minggu, si burung beo itu bergumam, “Oke … oke .. saya menyerah. Di mana kamu sembunyikan sekoci penolong itu?”
314) Pencopet
Suatu hari ada pencopet yang memasuki angkot bersama empat kawannya. Para penumpang pada ketakutan dan sopirnyapun tidak bisa berbuat apa2, karena para pencopet mengancam dengan pisau.
Dia mengarahkan pisau ke semua penumpang dan meminta mereka menyerahkan barang2 yg dibawa. Sambil ketakutan mereka menyerahkan barang2 mereka. Dan tiba gilirannya seorang ibu2 yang menggendong bayi menyerahkan tas pada para pencopet itu sambil berkata :
Ibu: Ini ya Bang, saya serahin barang saya, demi Allah saya ikhlas, semoga berguna bagi abang2 sekalian.
Copet: Aduh…terima kasih ya Ibu, coba kalian semua kayak dia, tidak perlu saya mengeluarkan pisau. Dan para pencopetpun pada ngacir kesenengan.
Para penumpang pada keheranan dan mereka bertanya kepada ibu tsb apa maksudnya. Si Ibu dengan santai menjawab:
Ibu : Ya, nggak apa2, orang isi tas itu cuma pampers bekas kotoran anak saya yg kecil, juga bekas muntahan anak saya yg gede. Juga mainan duit2an anak2, sama casing hp buat mainan anak saya.
Penumpang : ooooo…!!!
315) Bergerak Cepat
Seorang manager HRD sedang menyaring pelamar untuk satu lowongan di kantornya. Setelah membaca seluruh berkas lamaran yang masuk, dia menemukan 4 orang calon yang cocok.
Dia memutuskan memanggil ke-4 orang itu dan menanyakan 1 pertanyaan saja. Jawaban mereka akan menjadi penentu apakah akan diterima atau tidak.
Harinya tiba dan ke-4 orang itu sudah duduk rapi di ruangan interview. Si Manager lalau mengajukan 1 pertanyaan:
Setahu Anda, apa yang bergerak paling cepat?
Kandidat I menjawab: “PIKIRAN. Dia muncul begitu saja di dalam kepala, tanpa peringatan, tanpa ancang-ancang. Tiba-tiba saja dia sudah ada. Pikiran adalah yang bergerak paling cepat yang saya tahu.”
“Jawaban yang sangat bagus,” sahut si Manager.
“Kalau menurut Anda?”, tanyanya ke kandidat II.
“Hm….KEJAPAN MATA! Datangnya tidak bisa diperkirakan, dan tanpa kita sadari mata kita sudah berkejap. Kejapan mata adalah yang bergerak paling cepat kalau menurut saya.”
“Bagus sekali! Dan memang ada ungkapan ‘sekejap mata’ untuk menggambarkan betapa cepatnya sesuatu terjadi.”
Si manager berpaling ke kandidat III, yang kelihatan berpikir keras.
“NYALA LAMPU adalah yang tercepat yang saya ketahui,” jawabnya. “Saya sering menyalakan saklar di dalam rumah dan lampu yang di taman depan langsung saat itu juga menyala”
Si manager terkesan dengan jawaban kandidat III.
“Memang sulit mengalahkan kecepatan cahaya”, pujinya.
Dilirik oleh sang manager, kandidat IV menjawab, “Sudah jelas bahwa yang paling cepat itu adalah DIARE”
“APA???!!!”, seru sang manager yang terkaget-kaget dengan jawaban yang tak terduga itu.
“Oh saya bisa menjelaskannya,” kata si kandidat. “Dua hari lalu kan perut saya mendadak mules sekali. Cepat-cepat saya berlari ke toilet. Tapi sebelum saya sempat BERPIKIR, MENGEJAPKAN MATA atau MENYALAKAN LAMPU, saya sudah berak di celana”
Tentu saja kandidat terakhir yang diterima….
316) Ada Tangga
Pandir sedang memanjat pohon untuk memanen buah mangga di halaman rumahnya. Ketika dirasa cukup banyak buah yang sudah dipetiknya, dia pun hendak turun dari pohon mangga.
Tiba-tiba dia sadar bahwa pohon yang dipanjatnya terlalu tinggi dan dia jadi takut untuk turun. Beberapa saat dia berpikir, bagaimana caranya turun dari pohon yang tinggi itu.
Tiba-tiba dia melihat ada sebuah tangga yang tersandar di tembok rumahnya yang letaknya cukup jauh.
Kemudian dia mendapatkan ide cemerlang.
Akhirnya dia turun dari pohon dan mengambil tangga itu, kemudian dia memanjat pohon itu lagi.
Setelah sampai di atas, dia tersenyum lega dan bergumam “hmmm…untung ada tangga, jadi aku bisa turun dengan selamat”.
317) Diskriminasi Rakyat Miskin
Setelah Libur 1 Bulan, seorang guru TK bertanya pada muridnya satu-persatu.
Ibu Guru: Adi, Apa yang kamu lakukan selama liburan?
Adi: Saya bermain Sepakbola Bu guru.
Ibu Guru: Oh begitu ya. coba tuliskan kata “Sepak”, kalau bisa, nanti ibu kasih Permen.
Dan Adi pun menulisakan nya dengan benar dan mendapat permen.
Ibu Guru: Rudy, Apa yang kamu lakukan selama liburan?
Rudy: Saya bermain Sepakbola bersama Adi, Bu.
Ibu Guru: Kalau begitu coba tuliskan kata “Bola”, Kalau bisa, nanti guru kasi perman.
Dan Rudy pun menuliskannya dengan benar dan mendapat perman.
Ibu Guru: Ucok, Apa yang kamu lakukan selama liburan?
Ucok: Saya ingin bermain sepakbola bersama Adi dan Rudy tapi tidak boleh karena saya orang miskin Bu guru.
Guru: Apa? bener-bener keterlaluan. itu namanya diskriminasi rakyat miskin. Coba kamu tuliskan kata “Diskriminasi Rakyat Miskin”, kalau bisa nanti ibu kasih permen
Ucok: %$%###
318) Pedagang Roti
Pada suatu hari seorang pedagang roti terserempet bus umum. Akibatnya, ia terlempar dari sepeda rotinya dan masuk ke dalam selokan.
Sementara itu dagangan rotinya berceceran. Sambil menyeka darah yang mengucur dari kepalanya, ia terus merintih kesakitan.
Tak lama kemudian datanglah polisi menghampirinya dan bertanya, “Ada apa, Pak? Ada apa, Pak?”
Dengan suara yang pelan dan dengan sedikit merintih pedagang roti itu berkata, “Adaaaaaa rotii kejuuuuuuu… Adaaaaaa rotii coklaaaattt ..”
319) Banjir
Ricky adalah seorang siswa yang malas sekali pergi kesekolah. Ketika dia datang, langsung dihadang oleh gurunya sembari bertanya.
Guru : “Ricky, kenapa kamu tak pernah datang ke sekolah 1 minggu terakhir ini ?”
Ricky : “Saya tidak datang karena hujan, bu.”
Guru : “Kalau hujan tidak berhenti selama 1 bulan, apa artinya itu, Ricky ?”
Ricky :”Itu artinya banjir, bu.”
Guru : %$#@&*
320) Sama Saja
Suatu hari, seorang warga keturunan China bertemu dengan sutradara Hollywood terkenal, Steven Spielberg.
Pria tersebut begitu mengidolakan sang sutradara besar tersebut, dan memintanya untuk menandatangani bukunya. Namun begitu kecewanya pemuda tersebut, karena Spielberg justru menamparnya sambil marah-marah.
“Kamu orang China yang telah membom-bardir Pearl Harbor, pergi sana,” ungkap Spielberg marah-marah.
Pria China tersebut berusaha meluruskan, “yang membom-bardir itu bukan China, melainkan Jepang”
Namun Spielberg ngotot, “Chinese, Japanese, Taiwanese, you’re all the same”
Melihat hal itu, pria China tersebut balik memukul Spielberg sambil mengatakan, “Anda tahu, anda telah membunuh leluhur saya yang dulu ikut menaiki kapal TITANIC”
Spielberg berusaha menerangkan bahwa kapal itu tengelam karena gunung es dan bukan karena dirinya, “yang menenggelamkan kapal TITANIC bukan saya, tetapi gunung es (Iceberg)”
Mendengar penjelasan itu sang pemuda balik ngotot, “”Iceberg, Spielberg, Carlsberg, you’re all the same.”
![]() |
| CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar |
BACA JUGA :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar