301) Robot Pembohong
Budi adalah seorang profesor penemu ulung, dia berhasil menciptakan robot yang dapat mendeteksi kebohongan, dia membuat robot itu sedemikian rupa sehingga ketika mendengarkan kebohongan, sang robot akan langsung menampar si pembohong itu.
Budi dengan bangga membawa robot itu ke ruang keluarga dan menunggu anaknya pulang, tapi anaknya tak kunjung pulang, ditunggu-tunggu baru sore hari sang anak pulang.
“Kamu dari mana ? kok pulangnya telat,” tanya si Budi.
“Ada pelajaran tambahan yah,” jawab sang anak.
‘PLAK’ Sang robot menampar si anak.
“Nak, ini adalah robot ciptaan ayah, dia akan menampar siapapun yang berbohong..! sekarang katakan dengan jujur, kenapa pulangnya telat??,” jelas sang ayah.
“Maaf ayah.. aku habis menonton film di rumah teman,” jawab sang anak.
“Film apa?,” tanya Budi kembali
“Film Sinetron yah,”
‘PLAK!’
“Ayo katakan dengan jujur film apa ??”
“Maaf Ayah… saya menonton film porno”
Mendengar itu marahlah si Budi, “Kamu itu yach … kecil-kecil uda nakal, mau jadi apa kamu nanti besar? kurang ajar kamu yach … bikin malu ajah … perbuatan yang benar-benar memalukan..!!! ayah waktu seumuran kamu gak pernah melakukan hal senakal kamu…!”
‘PLAK!’ Budi ditampar sang robot
Suasana hening untuk beberapa saat. Istri Budi kemudian masuk datang dan langsung berkata… “Huh, sama aja kelakuannya, apel gak akan jatuh jauh dari pohonnya kan? ya gimanapun juga dia anak elo, jadi…”
‘PLAK’
Sang robot menampar istri Budi sebelum sang istri sempat menyelesaikan kata-katanya.. dan semua terdiam!..
302) Ada Joki
Di sebuah kantin ada tiga orang suami yang sedang membicarakan perselingkuhan istrinya masing-masing.
Suami 1: “Gila man…rasanya sih istri gue selingkuh sama montir mobil.
Kemarin pas pulang kantor, gue nemuin ada dongkrak dan kunci pas di kolong tempat tidur gue”
Suami 2 : “Kayaknya istri gue juga deh, dia sepertinya selingkuh sama salesman. Soalnya gue juga nemuin ada contoh barang dagangan di kolong tempat tidur!”
Suami 3 terlihat amat stress: “Guys, tau gak…kayaknya istri gue selingkuh sama kuda!”
“Ah yg bener!!!” kata kedua temannya gak percaya.
“Bener, kemarin waktu gue pulang kerja, gue liat ada joki di kolong tempat tidur gue!”
303) Keras Kepala
Seorang wartawan terkenal begitu keras kepala dan ngotot dalam segala hal. Sehingga pada suatu hari atasannya, menginggatkannya.
“Kau selalu menyangka bahwa dirimu benar, Padahal kau juga pernah salah bukan?,” tegur atasannya.
“Memang,” sahut si wartawan. “Sekali waktu saya memang pernah salah,” tambah si wartawan.
“Nah! kau mengakuinya juga, bukan?,” seru atasannya dengan gembira. “Kapan itu?”
“Beberapa waktu yang lalu,” sahut wartawan, “Yaitu ketika saya menyangka bahwa saya salah, dan ternyata saya benar.”
304) Hari Minggu
Seperti biasanya, Darmi yang duduk di kelas 5 SD minta izin kepada ayahnya untuk pergi ke sekolah.
“Pak, saya berangkat sekolah dulu,” kata Darmi.
“Iya..ayo berangkat sono, awas jangan ada yang kelupaan, lho.. celana seragammu mana? kok nggak dipakai?” tanya sang ayah melihat Darmi masih pakai cawet bergambar Sponge Bob.
“Oh iya Pak! aku lupa,” kata Darmi tergopoh-gopoh masuk ke kamar lagi.
“Dasar, Bocah pelupa!” gumam sang ayah.
Keesokan harinya Darmi mau berangkat ke sekolah, seperti biasa ia minta izin.
“Pak, saya berangkat sekolah, hari ini nggak ada lagi yang ketinggalan,” kata Darmi.
“Yakin? buku gambarmu? buku gambar udah masuk tas belum?” tanya sang ayah memastikan.
“Waduh iya Pak, aku lupa!” sahut Darmi sambil garuk-garuk kepala.
“Kamu ini gimana to’ Mi, masih kecil udah pikun, gimana kalo besar nanti?” kata sang ayah dengan setengah jengkel.
Keesokan harinya Darmi minta izin lagi pada bapaknya.
“Pak, saya berangkat sekolah dulu, pokoknya semua wis komplit, seragam sekolah, tas, sepatu, buku gambar dan penggaris..komplit plit! Pokoknya aku nggak lupa lagi pak!” kata Darmi optimis.
Pletakkk..!! Darmi dijitak sang ayah dari belakang dengan diiringi dampratan, “Bocah gemblung! ini kan hari minggu Miii….!”
305) Betulin Mobil
Seorang sopir pribadi sebuah keluarga mempunyai kebiasaan unik. Dia sering bercinta dengan pacarnya yang juga pembantu di rumah tersebut di kolong mobil majikannya yang selalu diparkir di depan rumah.
Suatu malam, seperti biasa, dia sedang asyik indehoy dengan sang pembantu di kolong mobil. Baru 15 menit dia “kerja bakti”, ada orang yang menendang kakinya sambil berteriak,
“Parman, sedang apa kamu di situ!”
Si sopir yang bernama Parman sudah hafal betul itu suara majikan perempuannya. Dengan cuek Parman menyahut,
“Sedang betulin mobil Nyah”
Sekali lagi Parman ditendang kakinya, “Apa? Sedang apa kamu!”
“Ya ampun, Nyah! Saya lagi betulin mobil!” jawab Parman tetap konsen dengan kegiatannya.
Tapi lagi-lagi Parman ditendang kakinya. Kali ini sedikit lebih keras. “Kamu bilang lagi ngapain kamu!”
“Astaga, Nyonya! Saya lagi betulin mobil!!!” Parman nggak mau kalah.
“Betulin mobil yang mana? Orang mobilnya udah dibawa ama bapak 5 menit yang lalu…..!” kata makjikannya sambil melotot.
306) Perkasa
Seorang lelaki berumur 80 tahun menikah dengan perempuan berumur 30 tahun. Mereka memutuskan untuk tidur di kamar terpisah karena si suami kalau tidur ngorok dan mengganggu tidur istrinya.
Malam pertama setelah pesta pernikahan, si istri sudah siap-siap akan tidur ketika terdengar pintu kamarnya diketuk. Ternyata suaminya yang sudah ‘siap tempur’. Merekapun berhubungan layaknya suami istri. Setelah selesai si suami kembali ke kamarnya.
Si istri kembali bersiap-siap untuk tidur ketika beberapa menit kemudian suaminya masuk lagi. Perempuan tersebut melayaninya dengan baik dan setelah selesai si suami meninggalkan kamarnya. Kali ini si istri yakin tidak akan diganggu lagi dan bersiap untuk tidur.
Ia sudah hampir sampai ke alam mimpi ketika terdengar pintu diketuk-ketuk. Ternyata suaminya yang mengajak berhubungan intim. Walaupun terkejut dan hampir tak percaya, si istri melayaninya. Ia sangat terkesan dengan keperkasaan suaminya.
“Saya tidak menyangka Mas sekuat ini. Tiga kali dan ketiganya memuaskan. Padahal pacar saya dulu, yang usianya jauh lebih muda dari Mas, hanya kuat sekali,” kata si istri.
“Lho, tadi saya sudah ke sini toh?” jawab sang suami dengan bingung.
307) Pilih Guru SD
Seorang gadis mendapat lamaran dari empat orang pria, masing-masing pria
telah mendapat pekerjaan tetap.
Pria pertama bekerja di PT. TELKOM, pria kedua pegawai PT. Pos, pria ketiga seorang dokter sedangkan yang terakhir hanyalah seorang guru Sekolah Dasar.
Orang Tua si gadis dari awal sudah merasa yakin, bahwa anaknya hanya akan memilih tiga pria pertama, sedangkan pria keempat, yang hanya guru SD, pasti tidak akan dipilih.
Alasannya, tiga pria pertama jelas masa depan cerah, sedang guru SD, siapapun tahu, gajinya kecil, banyak dipotong sana-sini, di kerjain anak-anak lagi.
Ternyata saat diminta keputusan justru si Gadis memilih guru SD itu. Orang Tua si Gadis penasaran, bertanyalah sang Bapak soal alasan gadis tersebut, Si Gadis menjawab:
“Orang Telkom bisanya cuma tiga menit, lewat itu harus masukkin lagi. Sementara pegawai Pos Indonesia belum apa-apa sudah tanya dulu, yang biasa apa yang kilat?.
Terus kalau dokter itu, baru masuk kamar sudah nyuruh buka baju, pegang sana pegang sini, selesai. Selanjutnya ngobrol doang. Jadi Saya tidak pilih mereka.”
“Lalu kenapa kamu memilih Guru SD,” tanya sang Ayah meminta kejelasan.
“Kalau guru SD kan enak, dari awal dibahas, dikupas, sedikit demi sedikit, penuh kesabaran, kelembutan dan kehangatan, serta pengertian. Selesai dikupas, nanya, sudah ngerti belum, kalau saya jawab belum, pasti diulangi lagi dari awal, kan enak, jadinya lama,” jawab sang Gadis dengan lugu.
308) Pembohong
Percakapan tentang dua orang sahabat yang sudah menikah
“Istriku seorang pembohong!” ujar seorang suami yang lagi BT dengan istrinya kepada seorang temannya.
“Bagaimana kamu tau kalau dia bohong sama kamu?” sahut temannya.
“Soalnya dia nggak pulang kemaren, dan waktu saya tanya dia kemana, dia bilang nginap di rumah saudaranya Mina.” ujar sang suami.
“Tetap aja nggak bisa dibilang dia bohong,” ujar temannya
“Soalnya kemaren saya nginap di rumah Mina,” sahut sang suami tanpa rasa bersalah
309) Kebun Binatang Ragunan
Saking susahnya nyari kerjaan, akhirnya seorang lulusan ITB terpaksa menerima tawaran bekerja di Kebun Binatang Ragunan.
“Apa boleh buat, daripada nganggur kerja beginian pun jadilah, yang penting halal,” begitu tekadnya. Maka, sejak hari itu sang insinyur muda mulai bekerja sebagai “monyet-monyetan”.
Sepanjang hari harus betah mengenakan baju monyet, pakai topeng monyet, sambil mengunyah pisang atau kacang rebus terus-terusan dan harus jempalitan selincah mungkin untuk menarik perhatian pengunjung. Pokoknya tak beda dengan monyet asli yang sudah mulai punah.
Tak ayal lagi, pengunjung kebun binatang Ragunan langsung membludak karena ingin menyaksikan si monyet super yang konon tidak hanya lincah dan gesit….tapi juga cerdas!
Sayang sekali, yang namanya sial sulit dielakkan….dan akhirnya datang juga. Sedang enak-enaknya jempalitan, tiba-tiba gedebuk….byuuuurrrr!” sang monyet terjatuh kedalam kandang buaya.
“Waduh, mati aku!” begitu pikirnya sebelum dimangsa buaya-buaya ganas itu. Tapi, ketika mulut buaya terbuka lebar siap menggigit, dari dalamnya terdengar suara berbisik “Ga usah Takut bro … gw juga dari UI”.
310) Ada Sisa Makanan
Suatu hari ada seorang pengemis yang kelaparan pergi ke sebuah warung nasi dan bertanya, “Ada sisa makanan, Pak?”
Si pemilik warung pun menjawab, “Tidak ada !”
Pengemis itu pun mengeluh, “yaa, nasibku…..” lalu dia pun berlalu pergi.
Keesokan harinya, pengemis tersebut pergi ke warung itu lagi dan bertanya pertanyaan yang sama. Begitu juga hari-hari yang berikutnya, tetapi dia tetap menerima jawaban yang sama yaitu ‘tidak ada’.
Akibat bosan dengan pertanyaan yang sering ditanya oleh pengemis tersebut, akhirnya Bapak warung marah dan berkata, “Saya sudah saya katakan berkali-kali, saya tidak ada sisa makanan untuk diberikan kepada kamu, semuanya habis terjual! Jika kamu bertanya lagi, saya akan paku kaki kamu di lantai!!!!,” kata bapak warang dengan emosi.
Keesokannya, pengemis itu datang lagi ke warung dan bertanya, “Ada paku Pak?”
“Tidak ada,” jawab Bapak warung.
Pengemis bertanya lagi, “Ada sisa makanan, Pakkk?”
![]() |
| CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar |
BACA JUGA :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar