Sabtu, 13 Agustus 2016

Kumpulan Cerita Lucu Part #30 ( 291-300 Cerita )


291) Pernah Digunting
Wanto baru saja menyelesaikan upacara pernikahannya dengan Tukiyem.

Tapi pada malam pertama mereka tidak langsung berhubungan intim, karena lelah sehabis menjalani pesta.

Pada malam itu mereka hanya mengisi malam dengan makan bakso di dalam kamar.

Sementara tanpa sepengetahuan mereka, Ibunya Wanto menguping dari balik pintu dan mendengarkan pembicaraan mereka.

Tukiyem: “Mas, sudah dikocok-kocok nggak keluar-keluar. (Sambil mengocok botol sambal)”
Wanto: “Jelas saja, lobangnya kekecilan!”
Tukiyem: “Ya sudah, ujungnya saya gunting saja!”

Ibunya Wanto langsung kaget, mendobrak pintu kamar dan berteriak, “Jangan! dulu sudah pernah digunting!”

Wanto & Tukiyem: ^$#$%%


292) Sudah Atau Belum
Suatu hari terjadi keributan di RSJ, yaitu bentrokan antara dua kubu pasien. Kubu pasien pertama adalah pasien yang selalu menjawab ‘SUDAH!’ setiap kali mendapat pertanyaan. Kubu kedua adalah pasien yang selalu menjawab “BELUMI” setiap mendapatkan pertanyaan siapa pun.

Karena perbedaan inilah mereka sering berselisih paham dan akhirnya kemarin terjadi bentrokan fisik yang mengakibatkan beberapa pasien luka berat. Pihak manajemen RSJ pun meminta pihak kepolisian untuk membantu mengamankan situasi.

Akhirnya setelah berdiskusi dan mencari solusi, pihak RSJ mengambil keputusan untuk memisahkan dua kubu pasien tersebut agar tak terjadi bentrokan lagi.

Kubu yang selalu menjawab ‘SUDAH!’ diletakkan di bangsal depan, dekat lapangan, sedangkan kubu yang selalu mengatakan ‘BELUM!’ ditaruh di bangsal belakang dekat blok kamar mandi.

Sebelum cerita ini dilanjutkan, ada pertanyaan buat pembaca. Apakah sudah paham cerita yang baru saja kami sampaikan?

Baik, kalau ‘SUDAH!’ silahkan mengambil tempat di bangsal depan, kalau ‘BELUM’ bergeser ke bangsal belakang. Dan ingat! Jangan ribut lagi ya..he.he..


293) Pengawal
Al kisah pada zaman dahulu hiduplah seorang raja yang mempunyai seorang pengawal yang sangat setia. Dimanapun raja berada, sang pengawal pasti selalu ada di situ. Ibarat kata pepatah, dimana ada bunga disitu ada kumbang.

Suatu hari sang raja tersebut ingin berburu di hutan, maka di bawanya sang pengawal tersebut ikut serta. Sampai sore ternyata tak satu pun binatang buruan yang bisa di tangkap.

karena capek, sang raja akhirnya memutuskan untuk mengaso sejenak menghilangkan penat, dan pada saat itu sang raja merasa perut sangat sakit ingin buang hajat.

Kebetulan didekat raja mengaso ada sungai kecil, dan buang hajatlah sang raja. Pengawal yang setia tersebut melihat raja turun ke sungai untuk buang hajat, akhirnya ikut juga sekaligus ikut buang hajat di depan raja. Kontan sang raja marah-marah

Raja : “Pengawal..!!! kenapa kamu kurang ajar bergitu sama raja. Keterlaluan kamuu…!!

Pengawal: “Baginda raja … bukan maksud saya tidak sopan, tapi itulah bukti kesetiaan saya pada baginda raja. Sampai kotoran saya pun setia mengawal kotoran baginda raja.”

Raja : ?????


294) Miskin
Pada suatu saat ada sepasang suami istri datang kerumah dukun untuk meminta kekayaan. Persyaratan dari mbah dukun ternyata sangat mudah.

Dukun: “Kalau kalian ingin cepat kaya kalian dalam melakukan hubungan intim yang masuk kedalam lubang istrimu hanya kepalanya saja.”

Suami: “Ngaak ada syarat yang lain?”

Dukun: “Tidak”

Lalu mereka pulang kerumah lalu mempraktekkan apa yang disyaratkan. Karena kepalanya aja yang masuk kedalam lubang istrinya maka suaminya tidak puas.

Suami : “Mah kayanya sedang-sedang aja yah jadi aku masukinnya setengah batang…”

Istri: “Iya deh mas”

Lama kelamaan sang suami tidak tahan juga, akhirnya dimasukinlah semua batang kemaluannnya sambil berkata, “Miskin-miskin dah…”


295) Kelaparan
Sekelompok anak muda sedang mengadakan acara mendaki gunung. Kemudian salah seorang di antaranya ingin istirahat, sementara temannya yang satu pergi ke suatu tempat untuk buang air kecil, setelah ditunggu ternyata temannya nggak datang-datang juga.

Akhirnya si teman yang satu ini berangkat sendiri sambil mencari temannya, tetapi tidak ketemu juga dan sudah kehabisan bekal untuk perjalanan, akhirnya dia kelaparan dan kehausan.

Setelah mencari ke sana ke mari ternyata tidak ada yang untuk dimakan. Sambil bersandar di balik batu akhirnya dia berdoa kepada Tuhan:


” Ya..Tuhan dari pada saya mati kelaparan lebih baik saya mati dimakan oleh macan “, kemudian dia melanjutkan perjalanan sambil mencari lagi bahan yang bisa dimakan untuk mengurangi rasa laparnya.

Betapa terkejutnya dia, belum sempat dia jalan jauh, dari kejauhan terlihat samar-samar ada seekor macan yang besar.

Akhirnya si orang tadi lari mencari perlindungan, sampai dia mendapatkan sebuah gua kecil hanya cukup untuk satu orang. Kemudian sambil bersembunyi dan ketakutan si dia berdoa lagi ” Ya Tuhan, begitu saja kok dimasukkan hati “


296) Patriotis
Dalam Satu Penerbangan yang diikuti oleh orang-orang dari berbagai bangsa, tiba-tiba pesawat mengalami gangguan mesin.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh crew pesawat, maka diambil kesimpulan bahwa terjadi kelebihan beban penumpang. Maka Pilot memberikan pengumuman kepada penumpangnya.

” Dengan segala hormat kami minta kesediaan 3 orang untuk terjun keluar dari pesawat ini, agar penerbangan tetap bisa berjalan lancar .”

Maka melompatlah seorang warga Amerika sambil berteriak patriotis: ” Hidup Amerika. ”


Tak mau kalah, orang Perancispun melakukan hal yang sama: ” Hidup Perancis.”

Dan yang terakhir berteriaklah orang Yahudi: ” Hidup Yahudi” Sambil
mendorong orang Palestina keluar pesawat.


297) Bukan Sembarang Pembantu
Susi memang pembantu yang seksi, cantik, montok. Tak heran banyak pemuda yang naksir, termasuk Toni, tetangga sebelah rumah juragannya.

Tapi sayang, cinta Toni yang diutarakan berkali-kali ditolak sama Susi. Sampai suatu saat Toni betul-betul dibuat jengkel.

“Sus…sus, kamu gitu aja sok jual mahal. Cuman pembantu aja sombong!”

Tak terima dengan kata-kata Toni, Susi tak kalah ketus:


“He, kamu jangan menghina ya. Saya ini pembantu bukan sembarang pembantu. Saya ini pembantu sekaligus pelayan.

Kalau siang saya membantu juragan, kalau malam saya melayani juragan!”


298) Cerita Si Tutut
Dulu rakyat Aceh pernah ingin memberi gelar pada Tutut. Dia diundang ke Aceh untuk menerima gelar tersebut. Namun saat upacara berlangsung Tutut tidak mau menerima gelar tersebut dan langsung cabut pulang.

Usut punya usut ternyata gelar wanita untuk wanita Aceh adalah Cut Nya maka gelar untuknya akan menjadi : Cut Nya Tut.

Tutut yang kecewa berat berusaha menghubungi suaminya dan diterima oleh sekretaris Rukmana via telpon. “Halo, bisa biacara dengan Pak Rukmana?” tanya Tutut. “Dari siapa?” tanya sang sekretaris. “Istrinya,” jawab Tutut “Oh tunggu sebentar Bu Ruk,” kata sang sekretaris dan langsung Tutut menutup telpon.

Tutut kembali kecewa. Ia pun langsung menghubungi Bina Graha. “Selamat siang bisa bicara dengan pak Presiden” tanyanya lewat telpon. “Dari siapa Bu?” tanya sang ajudan. “Dari putri sulungnya,” tegas tutut dengan menyisakan nada kecewa berat. Sang ajudan pun segera menjawab, “Mohon tunggu sebentar Bu Tut.”

Dan langsung Tutut menutup telpon. Akhirnya ia memilih langsung telpon ke handphonenya pak Presiden. Pak Presiden mengangkat teleponnya. “Selamat siang Bapak. Bagaimana Bapak memberi saya nama, masa saya di Aceh di panggil Cut Nya Tut. Sedangkan sekretaris suami saya memanggil saya Bu Ruk dan ajudan Bapak memanggil saya Bu Tut. “Bapak Presiden menjawab “Ya sudahlah…, Biarken Tut, Bapak lagi sibuk nih.”


299) Akting
Sepasang suami istri sedang berada di sebuah pesta dan berbincang-bincang dengan teman-teman mereka. Sampailah mereka pada pembicaraan mengenai konseling pernikahan.

“Kalau kami tidak perlu konseling pernikahan. Kami mempunyai hubungan yang sangat baik,” si istri menjelaskan.

“Suami saya dulu kuliah di fakultas komunikasi, dan saya mengambil kuliah di seni teater.”

Kemudian Ia melanjutkan, “Dia pandai dalam berbicara dan saya berakting seakan-akan saya sedang mendengarkan.”


300) Mencuri Daging
Seorang wanita pergi menghadap Gubernur Alabama. Dia memohon agar pemerintah membebaskan suaminya yang telah mendekam di penjara setempat selama beberapa waktu.
“Mengapa dia bisa dipenjara?,” tanya Gubernur.

“Karena mencuri daging,” jawab wanita itu.

“Tampaknya tidak terlalu berat kasusnya. Apakah dia pekerja yang rajin?,” tanya Gubernur lagi.

“Tidak. Saya tidak dapat mengatakan kalau dia rajin. Dia sangat malas,” jawab wanita itu

“Oh…, tapi dia sangat berarti bagimu dan anak-anak kalian, bukan?,” tebak Gubernur.


“Tidak juga. Dia sangat kasar pada kami, jika anda ingin tahu yang sebenarnya,” jawabnya memelas.

“Lalu, mengapa anda menginginkan pria seperti itu segera dibebaskan dari penjara?,” tanya Gubernur penasaran.

Sembil mendekati Sang Gubernur wanitu itu berkata, “Begini, Pak Gubernur. Masalahnya, kami sudah kehabisan persediaan daging beberapa waktu ini!”

CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar

BACA JUGA :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar