Rabu, 03 Agustus 2016

Kumpulan Cerita Lucu Part #21 ( 201-210 Cerita )


201) Pensil
Cerita ini terjadi di masa perlombaan teknologi luar angkasa, antara AS melawan Uni Soviet.

NASA, menemukan bahwa pena yang bekerja dengan gravitasi itu tidak dapat bekerja di luar angkasa, merancang pena jenis baru yang memiliki tekanan internal.

Tekanan tinta dikendalikan oleh genggaman pemakai. Untuk sistem sensor dan sebagainya, dihabiskan dana mencapai satu juta dollar.

Namun demikian, pena ini bekerja dengan baik sekali.

Pihak Uni Soviet, mengalami masalah yang sama, memutuskan untuk menggunakan pensil.


202) Alasan Terlambat
Santo dan Ilham terlambat masuk sekolah, sampai di dalam kelas ditanya Pak Guru.
Guru : “Ilham, kenapa datang terlambat?”

Ilham : “Maaf Pak Guru. Tadi malam saya bermimpi naik balon udara keliling Indonesia, dan perjalanannya memakan waktu lama. Ketika saya terbangun hari sudah siang.

Guru : “Kalau kamu Santo, mengapa datang terlambat?”

santo : (Dengan wajah serius Santo menunjuk ke arah Ilham) “Saya diajak Ilham, Pak.”


203) Sewa Rumah
Sebuah keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan 7 orang anak pindah kesebuah kota besar. Mereka mendapati kesulitan untuk mendapatkan tempat tinggal. Banyak rumah yang cukup besar tetapi pemilik rumah menolak keluarga besar.

Setelah beberapa hari mencari rumah dan belum berhasil juga, maka sang ayah menyuruh si ibu dan empat orang anaknya pergi ke taman pemakaman, sementara yang lain ikut dengannya mencari rumah sewaan.

Setelah melihat sepanjang hari, akhirnya mereka menemukan rumah yang cocok. Pemilik rumah bertanya, “Berapa orang anak anda?” Sang ayah menjawab dengan wajah sedih, “Tujuh orang tetapi yang empat orang bersama ibu mereka di taman pemakaman.”

Karena merasa kasihan dengan keadaannya, si pemilik rumah menyewakan rumahnya kepada keluarga tersebut.


204) Tugas
Para mahasiswa di sebuah universitas sedang membuat sebuah ‘bank’ karya tulis dan tugas-tugas kuliah lainnya.

Bank ini dapat memenuhi semua kebutuhan, bisa memberikan tugas yang menghasilkan nilai A, nilai B, dan nilai C, karena nanti cukup mencurigakan kalau semua mahasiswa tiba-tiba mendapat nilai yang brilian.

Seorang mahasiswa, yang telah menghabiskan akhir pekannya dengan mengerjakan hal-hal lain selain tugasnya, pergi ke ‘bank’ ini dan mencari suatu makalah dengan nilai C.

Ia kemudian mengetik tugas itu kembali dan menyerahkannya kepada dosen mata kuliahnya. Saat hasil tugas tersebut dibagikan, si mahasiswa menerima makalahnya dengan komentar dari dosen tersebut yang berbunyi…

“Saya menulis makalah ini sendiri dulu 25 tahun yang lalu, dan saya selalu berpikir kalau saya seharusnya dapat nilai A, jadi sekarang saya dengan senang hati akan memberikan nilai tersebut!”


205) Korek Api
Seorang wanita paranormal baru saja ditinggal mati oleh suaminya. Ketika bertemu dengan temannya sesama paranormal dia berkata, “Suami saya menemui saya dan meminta saya untuk mengiriminya satu pak rokok. Tapi saya nggak tau mesti dikirim ke mana?”

“Kenapa tidak dikirimi saja,” ujar temannya. “Masalahnya saya tidak tau mesti dikirim ke surga atau ke neraka?” sahut si istri. “Hmmm…apakah dia menyinggung-nyinggung tentang korek api?” ujar temannya lagi.

“Saya rasa tidak, memang kenapa?”

“kalo dia di surga, dia akan membutuhkan korek api, tapi kalo di neraka .. saya rasa dia tak membutuhkannya lagi.”


206) Tidak Lulus Gara-Gara Disusun
Si Mahardika Putri Bagindo terlahir di Bukittinggi, ayahnya adalah pengusaha rumah makan ternama di kotanya. Setelah dewasa ia merantau ke Jakarta untuk mengejar cita-citanya menjadi bidan ternama.

Waktu terus berlalu, dengan tekun dia belajar demi cita-citanya. Hingga akhirnya saat kelulusan tiba. Semua siswa berkumpul di aula membaca pengumuman kelulusan, termasuk juga dirinya.

Namun anehnya ia tak menemukan namanya, ini artinya ia tak lulus. Ia pun segera menemui pengajarnya dan menanyakan mengapa ia tak lulus? Sang guru menjelaskan bahwa memang prestasinya menonjol. Nilainya sangat bagus, disetiap mata pelajaran dia selalu dapat nilai A.

Lalu jika semuanya sempurna, kenapa ia tak diluluskan tanyanya. Sang guru pun mengajaknya keruang persalinan dimana saat itu ada beberapa ibu-ibu yang tengah melahirkan. Dengan cekatan ia membantu persalinan mereka tanpa hambatan.

Dan pada saat hendak memandikan bayi, sang guru berkata, “Nah kini kamu akan tau kenapa kamu tidak lulus”. Ternyata Mahardika Putri Bagindo tidak bisa meninggalkan kebiasannya saat mengelola rumah makan ayahnyo. Ia membawa bayi tidak cukup satu, tapi disusunnya sampe lima bayi ditangan seperti membawa piring makanan untuk dihidangkan.


207) Bolak Balik
Masih muda, korbankan kesehatan untuk mencari harta. Sudah tua, korbankan harta untuk mencari kesehatan.

Karena harta, orang Asing menjadi seperti saudara. Karena harta juga, saudara menjadi seperti orang asing.

Orang kaya mampu beli ranjang enak, tapi gak bisa tidur enak, Orang miskin gak mampu beli ranjang enak, tapi bisa tidur enak.

Orang kaya punya duit buat foya-foya, tapi gak punya waktu, Orang miskin punya waktu buat foya-foya, tapi gak punya duit

Masih muda pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan sudah kaya gak punya waktu buat nikmatin kekayaan. Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan udah keburu tua gak ada tenaga.


208) Dokter Baru
Di sebuah desa yang terpencil tinggal sepasang suami istri yang hidup dari bertani. Suatu saat, sang istri menderita sakit keras. Berhari-hari sang suami tercinta berusaha mencarikan obat demi kesembuhan sang istri namun sang istri tak juga sembuh.

Dari tetangga rumah, si suami mendengar kabar bahwa di desa sebelah ada seorang dokter muda yang baru datang dari kota. Maka tak menunggu lebih lama lagi, ia pun pergi ke desa sebelah untuk meminta tolong pada dokter tersebut.

Sesampainya disana, ternyata sang dokter masih sibuk melayani pasien-pasiennya. Baru setelah agak sore si dokter bisa ikut pergi untuk memeriksa istri si pak tani.

Sesampainya di rumah pak tani, si dokter langsung bertanya pada pak tani, “Mana istri Anda yang sakit”?

“Di kamar”, jawab pak tani.

“Oke, saya akan memeriksa istri Bapak. Tolong jangan diganggu selama saya bekerja”, kata si dokter.

Dokter muda itu kemudian masuk ke kamar dan menutup pintunya.

Lima menit kemudian si dokter keluar sambil bertanya, “Ada obeng?”

“Buat apa dokter?”, tanya pak tani.

“Nanti saja saya jelaskan. Cepat carikan obeng”, kata si dokter.

Pak tani segera mencarikan obeng dan memberikannya pada si dokter.

Lima menit kemudian si dokter keluar lagi dengan badan bersimbah peluh dan bertanya, “Punya tang?”

Dengan kebingungan pak tani pun mencari tang dan menyerahkannya pada si dokter.

Tak lama kemudian si dokter keluar lagi tanpa mengenakan baju dan wajahnya nampak kusut sekali. Si dokter bertanya, “Punya Gergaji?”

Karena tak mampu lagi menahan keheranannya, pak tani pun berteriak, “Dokter apakan istri saya?”

Dengan napas terengah-engah si dokter menjawab, “belum saya apa-apakan, tas saya tidak bisa dibuka.”


209) Pendeta
Seorang pendeta tua merasa ajalnya telah hampir tiba. Ia berbisik pada perawat bahwa ia memerlukan kehadiran dokter dan pengacaranya. Perawat itu segera menelepon keduanya.

Setelah mereka datang, pendeta itu meminta mereka duduk di kiri dan kanannya. Kedua orang itu menurutinya.

Lalu pendeta itu memejamkan matanya dan diam. Setelah berada dalam keheningan selama beberapa menit, kedua mulai tak sabar.

Lalu sang pengacara bertanya, “Apa yang bapak perlukan atas kehadiran kami.” Pendeta itu membuka matanya dan tersenyum lemah, “Tidak apa-apa. Saya hanya ingin seperti Yesus, mati di antara dua orang perampok.”


210) Pejabat Keuangan
Di sebuah kompleks perumahan elite, anak-anak selalu memamerkan oleh-oleh yang dibawa orang tuanya dari luar negeri. “Setiap pulang dari bisnis ke luar negeri papaku selalu membawa oleh-oleh sepatu model terbaru,” kata Anak I yang ayahnya pengusaha sepatu sukses.

“Papaku juga hebat, ia selalu membawa oleh-oleh pakaian model terbaru setiap pulang dari luar negeri,” kata Anak II yang ayahnya pengusaha garmen.

“Kalau itu sih, papaku jelas paling hebat. Setiap pulang dari perjalanan dinas ke luar negeri papaku selalu membawa oleh-oleh pinjaman luar negeri terbaru dengan jumlah yang sangat besar,” kata Anak III tak mau kalah.

“Emangnya, Papamu pengusaha apa?” tanya anak-anak yang lain. “Papaku bukan pengusaha, tapi pejabat keuangan pemerintah,” jawab anak III.

CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar

BACA JUGA :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar