191) Palestina
Dalam sebuah penerbangan dari paris ke kota new york, pesawat mengalami kerusakan pada mesin.
Untuk menyelamatkan puluhan penumpang harus ada 3 relawan yg musti lompat dari pesawat.
Dengan nada sedih sang pramugari berkata, “sodara sodaraku pesawat akan selamat jika 3 diantara kalian yg dg rendah hati lompat dr pesawat demi meyelamatkan para penumpang yg lain.”
Maka dengan ikhlas orang Amerika lompat sambil berkata, “Hidup Amerika,” Orang perancis pun tak mau kalah sambil lompat dia berkata “hidup perancis”, seorang pria tak mau kalah, dia berkata “hidup palestina,” sambil mendorong orang yahudi.
192) Kurang Besar
Hari ini pelajaran seni suara, dan hari pula ada anak baru pindah ke sekolah kami.
Guru : “anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru…, coba kamu maju kedepan kelas. Siapa namamu???”
Murid: “Budi bu….”
Guru : “Nama yg bagus, bagaimana kalau budi kita suruh bernyanyi sebagai tanda perkenalan.”
Murid: “Tapi saya malu bu, karena saya tidak tahu syair lagu-lagu.”
Guru : “Lagu waktu kamu kecil jg ga pa-pa ko…”
Murid: “Ya sudah kalo memang begitu, saya mulai bernyanyi ya….. “Cicak-cicak di dinding…”
(belum selesai budi bernyanyi gurunya langsung berteriak…!!!)
Guru : “Kurang besar….!!!!”
Murid: “Kadal-kadal di dinding…..”
Guru : “KURANG BESARRR….!!!!”
Murid: “Buaya-buaya di dinding….”
Guru : “*^%$#”(binguuuuung)
193) Istri
Dua orang sahabat sedang memancing dalam sebuah perahu di bawah jembatan. Seorang diantaranya memandang ke atas dan melihat sebuah rombongan pengusung jenazah sedang melewati jembatan tersebut. Ia berdiri, mencopot topinya dan menundukkan kepala.
Setelah rombongan tersebut sampai di ujung jembatan, ia memakai kembali topinya, mengambil umpan dan kailnya serta melanjutkan memancing. Lelaki satunya mengatakan, “Apa yang kamu baru lakukan sangat mengharukan.”
Lelaki pertama menjawab, “Well, saya rasa itu memang sudah sepantasnya dilakukan apalagi, saya pernah menikah dengannya selama 40 tahun.”
194) Tutup Mulut
Seorang pioneer kulit putih datang ke pedalaman Afrika. Suatu saat sang kepala suku mendatanginya sambil mengamuk “Istri saya baru saja melahirkan, dan anak yang dilahirkannya berkulit putih! Coba jelaskan apa artinya ini!!!”
Si kulit putih menjawab, “Sabar dulu Pak, lihat kambing-kambing yang sedang merumput itu, di antara yang putih ada juga yang hitam kan? Begitu pula manusia…”
Kepala suku nampak terkejut dan cemas,” Baiklah, baiklah, saya akan tutup mulut mengenai anda, tapi anda juga jangan bilang siapa-siapa mengenai saya dan kambing itu…”
195) Sarung Tangan
Jim hendak membelikan hadiah untuk kekasih pertamanya dan setelah mempertimbangkan cukup lama, ia memutuskan untuk menghadiahi kekasihnya sepasang sarung tangan. Ditemani oleh adik sang kekasih, ia pun pergi ke mal dan membeli sepasang sarung tangan putih.
Sementara adik sang kekasih membeli celana dalam untuk dirinya. Saat membungkus, ternyata kedua barang tersebut tertukar.
Tanpa melihat isinya, Jim melengkapi bungkusan hadiah untuk sang kekasih dengan kartu yang bertuliskan :
“Sayangku, Ini hadiah kecil untuk menunjukkan padamu kalau saya sangat menyayangimu. Saya memilih hadiah ini karena saya sadar kalau kamu jarang memakainya saat kita pergi berkencan.
Jika bukan karena adikmu, saya akan memilih model yang lebih panjang dengan kancing-kancingnya.”
“Tapi adikmu sendiri mengenakan yang pendek sehingga mudah dilepas. Mungkin warnanya agak pudar, tapi SPG yang menawarkannya menunjukkan kepada saya barang lainnya yang telah ia pakai untuk tiga minggu dan tidak rusak.”
“Saya sudah memintanya untuk mencobanya dan ia tampak anggun. Saya berharap saya dapat mengenakannya untukmu. Saya harap kamu menyukai hadiah saya dan akan mengenakannya Sabtu mendatang saat saya mengunjungimu. Dengan segenap cintaku, Jim”
196) Menumpang Menginap
Seorang pengacara, seorang rabi dan seorang pria hindu tengah berjalan-jalan bersama ke sebuah pedesaan. Sayangnya di jalan mobil mereka tiba-tiba mogok, padahal hari sudah gelap. Lalu mereka berjalan menghampiri rumah seorang petani terdekat untuk menumpang.
Petani itu berkata, “Hmmm, boleh saja, tapi mungkin ada sedikit masalah di sini. Saya hanya memiliki dua kamar untuk ditiduri, jadi salah seorang diantara kalian harus tidur di kandang.”
“Tidak masalah,” kata si Rabi, “Banyak kaum saya yang berjalan kepanasan di gurun pasir selama empat puluh tahun, saya cukup berterima kasih jika dapat tidur di sana untuk malam ini.”
Maka, sambil membawa barang-barangnya, ia pun tidur di kandang itu. Tapi tak lama ia mengetuk pintu dan dibukakan oleh si petani. “Ada apa ?” tanya si petani. “Saya sangat berterima kasih atas kebaikan hati anda, tapi saya tidak dapat tidur di kandang, ada seekor babi di sana dan agama yang saya anut percaya bahwa babi itu adalah hewan yang kotor,” jawab sang rabi.
Temannya yang beragama hindu setuju untuk bertukar tempat dengannya, tapi beberapa menit kemudian, kejadian yang sama berulang lagi. “Ada apa lagi sekarang ?” tanya si petani “Saya berterima kasih atas pertolongan anda, tapi ada seekor sapi di kandang anda dan di negara saya, sapi merupakan hewan suci, saya tidak dapat tidur di tanah yang suci !”
Jadi, tinggallah sang pengacara yang harus bertukar tempat. Ia mengerutu dan mengeluh, tapi tetap pergi ke kandang. Ya, seperti yang telah diduga, beberapa waktu kemudian ada ketukan lain di pintu sang petani. Frustrasi dan letih, sang petani pun membuka pintunya, dan di depan pintu berdirilah sapi dan babi miliknya.
197) Kolam Buaya
Seorang petani di Georgia memiliki peternakan besar selama beberapa tahun. Di peternakannya terdapat kolam besar.
Pada suatu malam, si petani berjalan mendekati kolam. Ketika dia mendekat dia mendengar suara wanita berteriak dan tertawa-tawa.
Ketika dia semakin mendekat, dia melihat sekelompok wanita muda, berenang telanjang di kolamnya.
Karena tidak ingin mengagetkan mereka, maka ia membuat mereka sadar kalau dia ada disana dan merekapun segera menuju ketengah kolam yang lebih dalam.
Salah seorang wanita berteriak kepadanya, “Kami nggak mau keluar kolam kalau kamu nggak pergi. Dengan santai si petani tua menjawab, “Aku datang kesini bukan mau nonton kalian atau melihat kalian telanjang bulat keluar kolam. Aku cuma mau ngasih makan buaya-buayaku.”
198) Hadiah Shampoo
Di sebuah desa terpencil dikaki suatu gunung terletaklah sebuah air terjun yang oleh penduduk setempat biasa dipergunakan untuk mandi. Air terjunnya lumayan tinggi dan alirannya cukup deras.
Disuatu hari yang panas terdapatlah seorang pemuda gagah mandi lebih siang dari biasanya. Dengan membawa peralatan mandinya (sabun, handuk, sikat gigi dan gayung), bergegaslah pemuda itu ke air terjun. Sesampainya di air terjun ternyata masih sepi, sambil celingak-celinguk dia berkata ” Wah..masih sepi nih ! bisa mandi telanjang, mumpung gak ada orang..!”.
Sekali lagi sambil celingak-celinguk satu per satu pakaiannya dilepaskan dan kemudian ia sembunyikan di balik rerimbunan semak dipinggir air terjun tersebut. Dengan telanjang bugil, akhirnya ia menceburkan dirinya ke air terjun tersebut. Disaat lagi enak-enaknya membersihkan badannya, sayup-sayup dari kejauhan terdengar suara gadis desa berjalan, bukan cuma satu, tapi lima.
Setelah sadar bahwa yang didengarnya itu betul-betul suara gadis tanpa pikir panjang lagi ia menarik alat-alat mandinya dan segera mencari tempat bersembunyi, tapi dimana sementara itu gadis-gadis tersebut hampir mencapai air terjun tersebut. Akhirnya pemuda itu punya ide..”Ah, ngumpet dibalik air terjun aja..?”
Memang salah satu sisi air tejun itu mempunyai cekungan yang pas dengan tubuh orang dewasa sehingga kita bisa bersembunyi dibalik air terjun tersebut. Akhirnya para gadis itu tiba juga di air terjun, sambil melihat keadaan kanan-kiri yang lengang akhirnya gadis-gadis tersebut memutuskan untuk mandi telanjang satu per satu para gadis itu masuk ke air terjun dalam keadaan telanjang.
Suaranya terdengar manja. Dalam persembunyiannya, pemuda tadi dengan seriusnya memandangi setiap lekuk tubuh para gadis desa yang aduhai tersebut dan tanpa terasa “anunya” bangun.
Dikarenakan adiknya itu menyembul keluar melewati air terjun sehingga terlihat seperti ada sebuah tonjolan pada air terjun tersebut. Salah satu dari gadis yang mandi tersebut tanpa sengaja melihat kejanggalan pada aliran air terjun tersebut. Dengan cuek akhirnya ia berani untuk memegangnya.
Ketika dipegang pemuda langsung mengambil gayung dan langsung dilemparkan ke gadis tersebut (maksudnya sih ngusir) tanpa merasa aneh gadis itu berkata “wuih..pancuran ajaib. Hai teman-teman kesini, ada pancuran ajaib. Aku tadi megang ini, terus dapat gayung .. kalian coba deh..?”
Satu per satu para gadis desa tersebut mendekati dan mencoba memegang anunya pemuda yang bersembunyi dibalik air terjun itu. Gadis kedua memegang langsung dilemparkan handuk, gadis ketiga megang langsung dilempar sabun, gadis keempat megang langsung dilempar sikat gigi.
Lalu tibalah giliran gadis kelima, dia pegang terus anunya pemuda itu lama banget, sementara itu si pemuda bingung lantaran udah ga ada lagi barang buat dilempar. Sementara itu gadis kelima juga bingung, kok udah lama dipegang, digosok kok ga ada apa-apa.
Dikarenakan dari tadi dipegang anunya oleh gadis-gadis telanjang, pemuda itu akhirnya muncrat tepat di tangan gadis desa tersebut. Dengan gembira gadis desa tersebut memanggil teman-temannya seraya berkata..” Wooii…aku dapat shampoo..!!”
199) Dewa
Suatu ketika pada pertengahan tahun 1997 negara-negara di kawasan Asia dilanda krisis moneter, maka para kepala negara atau pemerintaan negara tersebut yaitu Korea Selatan, Thailand dan Indonesia sepakat menghadap dewa untuk memohon petunjuknya.
Giliran pertama presiden Korea menghadap dewa dan berdoa: ” Oh dewa sampai kapankah negara dan rakyat kami terbebas dari krisis ini dan menjadi negara yang adil dan makmur.” Dewa: ” Lima puluh tahun lagi.” (mendengar jawaban Dewa tersebut presiden Korea pergi sambil menangis).
Giliran kedua raja Thailand menghadap dewa dan berdoa: “Ya, dewa sampai kapankah negara dan rakyat kami terbebas dari krisis ini dan menjadi negara yang adil dan makmur?” Dewa: ” Seratus tahun lagi.” (mendengar jawaban dewa tersebut raja Thailand pergi sambil menagis.)
Terakhir giliran presiden Indonesia (saat itu Soeharto) dan mulai berdoa: ” Ya dewa sampai kapankah negara dan rakyat kami terbebas dari krisis ini dan menjadi negara yang adil dan makmur?” Dewa tidak menjawab, tetapi pergi sambil menangis.
200) Kisah Tukang Tempe Dan Tukang Tahu
Takkala temperatur terik terbakar terus tersebar, tukang tempe tetap tabah,”Tempe-tempe”, teriaknya. Ternyata teriakan tukang tempe tadi terdengar tukang tahu, terpaksa teriakannya tambah tinggi, “Tahu-tahu-tahu!” “Tempenya terbaik, tempenya terenak, tempenya terkenal!!”, timpal tukang tempe.
Tukang tahu tidak terima,”Tempenya tengik, tempenya tawar,tempenya terjelek!” Tukang tempe tertegun, terhenyak, “Teplakkk…!” tamparannya tepat terkena tukang tahu. Tapi tukang tahu tidak terkalahkan, tendangannya tepat terkena tulang tungkai tukang tempe.
Tukang tempe terjengkang tumbang! Tapi terus tegak, tatapannya terhunus tajam terhadap tukang tahu. Tetapi, tukang tahu tidak terpengaruh tatapan tajam tukang tempe tersebut, “Tidak takut!!!” tantang tukang tahu. Tidak ternyana tangan tukang tempe terkepal, tinjunya terarah, terus tonjokkannya tepat terkena tukang tahu, tak terelakkan!
Tujuh tempat terkena tinjunya, tonjokan terakhir tepat terkena telak. Tukang tahu terjerembab “Tolong…tolong…tolong…!”, teriaknya terdengar tinggi. Tak lama, tukang tempe teruskan teriakannya, “Tempe…tempe….tempe…!”
![]() |
| CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar |
BACA JUGA :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar