181) kakek nakal
Seorang kakek nakal yang masih suka sama daun muda baru pulang dari tempat prostitusi langganannya.
Seorang tukang ojek yang dari tadi nunggu diluar lokalisasi heran karena bukannya duit si kakek abis buat bayar WTS tapi malah dapat kalung emas, Lalu tukang ojek bertanya,
“Pasti wtsnya jatuh cinta sama kakek,sampai-sampai mau ngasih kalung sama kakek”
Kakek:”Kalung ini sengaja aku minta sebagai jaminan sampe gigi palsuku yang tertinggal didalam bisa dikeluarin besok pagi”
182) Romeo Dan Juliet
Romeo dan juliet (dua kekasih yang ABG) yang orang pinggiran kota lagi jalan-jalan ke kota besar. Saat itu malam minggu.
Saat sore mereka berangkat bersepeda, cuaca cukup baik, namun saat mereka mau pulang ternyata terjadi hujan sampai hampir tengah malam.
Mereka kebingungan, lalu mereka putuskan untuk menginap di losmen yang kebetulan ada di deket tempat mereka berteduh.
Mereka pesan satu kamar dengan satu tempat tidur.
Karena merasa belum menikah, maka Romeo membatasi tempat tidur dengan guling di tengahnya.
Malam berlalu tanpa terjadi apa-apa malam itu.
Pagi hari mereka pulang bersepeda. Tanpa sengaja, hembusan angin membuat topi Juliet terbang dan nyangkut di tembok yang cukup tinggi.
Dengan sigap dan tampak cekatan Romeo meloncat dan berhasil meraih topi itu. Diserahkannya pada Juliet, tapi Juliet malah menagis.
Romeo bertanya “Mengapa kamu menangis, bukankah topimu sudah aku ambilkan buat kamu ?”
Dengan penuh rasa kecewa Juliet menjawab, “Aku sedih, kamu bisa loncat ke tembok yang tinggi untuk ambil topiku, tapi tak mampu melewati guling yang ada diantara kita semalam….”
183) Sisa Makanan
Di sebuah restoran yang memang akan selalu menyajikan masakan yang dikatakan enak. Pada suatu hari ada seorang Pemuda berkunjung di restoran tersebut untuk makan malam. Karena laparnya maka dia memesan makanan yang begitu banyak.
Pemuda itu dengan asiknya makan dengan nafsu yang begitu menggelora. Akibat banyak makanan yang di pesan maka ia pun tak habis.
Dan si Pemuda ini bingung mau di bawa pulang tapi dia malu.
Akhirnya ia mencari pelayan restoran tersebut.
” Pelayan… boleh saya minta plastik…?.”
“Untuk apa mas…?”, tanya si pelayan.
“Oh ini saya mau bawa pulang sisa makanan ini… untuk makanan anjing saya di rumah…”, kata si Pemuda itu.
“Oh..Kalau begitu tunggu sebentar ya…”, kata si Pelayan lagi.
Tak Berapa lama datanglah pelayan tersebut membawa sekarung makanan dengan isi yang sangat penuh !
“Ohh pelayan… saya hanya minta plastik saja… kok dikasihnya karung ini?”
“iya pak, kalau buat makanan anjing di dapur masih banyak tuh sisa makanan.. kalau mau nanti akan saya bawakan lagi!”
Si Pemuda “?????”
184) Saya Tahu Sayang
Ada seorang gadis cantik yg punya masalah dgn bau mulut yg luar biasa, segala macam obat sudah dicobain tapi enggak satupun yg bisa menghilangkan bau mulutnya.
Semua pacarnya kabur gara-gara yg satu ini; pikir punya pikir akhirnya si gadis selalu menutupi mulutnya kalau bicara ama cowok, sampai akhirnya dia dapet pacar lagi.
Di lain pihak, sang pacar ternyata punya masalah dengan bau kaki yang luar biasa, dan dia tidak pernah mau buka sepatu kalau sedang berdekatan dengan si gadis.
Akhirnya si cowok melamar si gadis, dan si gadis bilang ya ya ya, dan merekapun menikah. Pas malam pengantin, setelah saling berciuman, si gadis pikir ini saat yg tepat untuk membuka rahasianya, lalu dia bilang, “Mas aku punya suatu pengakuan …”
Belum selesai si gadis bicara, sang suami langsung menyahut sambil memalingkan mukanya ke samping “Saya tau, sayang, kamu makan kaos kaki saya yah ?”
185) AIR
Seorang pengembara sedang melewati padang gurun dan sangat kehausan, lalu ia melihat sesuatu dari jarak jauh. Berharap mendapat air, ia berjalan menghampiri bayangan itu dan hanya mendapatkan seorang pria tua duduk di meja kecil yang penuh dengan dasi.
Si pengembara itu berkata,”Bisakah saya minta air, saya hampir sekarat karena kehausan?”
Pria itu menjawab,”Saya tidak punya air, tapi kenapa tidak beli dasi?Ini ada yang cocok dengan pakaian Anda.”
Si pria berteriak putus asa,” Saya tidak mau dasi, kamu idiot, saya butuh air!”
“OK, jangan beli dasi. Tapi untuk menunjukkan padamu saya orang baik, saya mau menunjukkan kepadamu, bahwa dibalik bukit itu, sekitar 5 mil ada restoran yang lumayan. Berjalanlah ke sana dan mereka akan memberimu air yang kamu minta.”
Pria itu berterimakasih dan berjalan kebukit lalu menghilang dari pandangan mata. 3 Jam kemudian dia kembali.
Pria tua diatas meja kecil itu bertanya,”Sudah saya katakana, sekitar 5 mil di balik bukit. Apakah kamu tak bisa menemukannya?”
“Iya, saya sudah menemukan kok. Cuman mereka tidak akan membiarkan saya masuk tanpa memakai dasi.”
186) Pulang Atau Ulang
Seorang lelaki merampok rumah janda. Tergiur melihat kecantikan si janda, gairah si perampok memuncak dan ia pun mengancamnya “Pilih tamat atau nikmat?”.
Karena ketakutan si janda pun pasrah, ia membiarkan si perampok menyentuhnya. Sesudah melakukannya si lelaki lemas. Sementara si janda yang sudah lama tak ‘melakukannya’ justru ketagihan.
Kini balik ia yang mengancam,”Pilih pulang atau ulang?
187) Bukannya Kaya
Suatu ketika seorang pelacur dari kota mencoba mencari peruntungan di suatu kampung.
Karena pelacur tersebut cantik plus seksi,maka banyak orang kampung ingin mencobanya.
Baik tua maupun muda mereka antri didepan pintu tempat praktek si pelacur. Sebelumnya pelacur tersebut talah memasang tarif dengan ketentuan sekali tancap seribu rupiah,sekali tarik juga seribu rupiah.
Karena yang antri orang-orang desa, maka mereka tidak lama, hanya beberapa tancap sudah keluar ruangan.
Tiba giliran seorang pemuda, ternyata lama banget.Orang-orang yang diluarpun pada ribut.
Tak sabar salah seorang dari mereka menggedor pintu lalu bilang,”Eh Mas,mentang-mentang uangnya banyak terus lama.Cepet gantian,yang lain juga mau pake””.
Tak lama didalam terdengar jawaban,”Kalo masalah keluar aku juga udah pingin banget Mas. Tapi aku cuma punya duit Seribu doang. Gimana mau keluar kalo masih nancep!!”
188) Katak Budek
Rudi, seorang siswa SD mendapat tugas dari guru IPA untuk melakukan percobaan meneliti seekor kodok.
Ia menangkap seekor kodok, dan mulai melakukan eksperimen. Rudi menyuruh kodoknya melompat “Dok, Lompat!” si kodok melompat sejauh 60 cm.
Rudi kemudian menulis di catatannya. Kemudian ia memotong 1 kaki kodok belakang tsb, dan berkata “Lompat!” Dengan agak susah si kodok masih bisa melompat sejauh 30 cm. Rudi kembali mencatat hasil tsb.
Kemudian ia memotong 1 lagi kaki kodok belakang tsb, dan berkata “Lompat!”. Dengan dua kaki depan si kodok masih bisa melompat sejauh 10 cm.
Rudi kembali mencatat hasil tsb. Kemudian ia memotong 1 kaki kodok depan tsb, dan berkata ” Lompat! Ayo, Lompat!”.
Dengan kaki yang tinggal satu si kodok masih bisa melompat sejauh 5 cm. Rudi kembali mencatat hasil tsb.Tapi Rudi masih belum puas juga, akhirnya kaki kodok yang tinggal satu-satunya ini dipotong juga. Lalu Rudi Berteriak : “Lompat! Ayo Lompat!”
Si kodok diam saja, si Rudi berteriak lagi “Lompat! Lompat!” si kodok masih tidak bergerak, setelah capek akhirnya Rudi mencatat dalam laporannya : KESIMPULAN: Tanpa kaki Kodok menjadi budeg.
189) Lampu Tanda Bahaya
Suatu hari, mobil seorang gadis pirang mogok di jalan tol, jadi ia pun menepikan mobilnya. Dengan berhati-hati ia keluar dari mobil dan membuka kap mesin mobilnya.
Tak lama, meloncatlah dua lelaki yang mengenakan mantel panjang dari semak-semak, lalu mereka mulai membuka mantelnya tiap ada kendaraan yang lewat, memperlihatkan tubuh telanjangnya. Tak pelak lagi, hal ini mengakibatkan terjadinya kecelakaan di jalan tol tersebut.
Akhirnya, seorang polisi yang sedang berpatroli, berjalan ke arah kejadian. Dengan wajah yang marah, ia bertanya, “Apa yang terjadi di sini ?!!” “Mobil saya mogok, ” jawab si pirang dengan tenang.
“Lalu apa yang dilakukan dua orang ini di jalan ?” tanya si polisi. “Mereka adalah lampu tanda bahaya saya!” jawab si pirang tersebut.
190) Kepala Indian
Di jaman Wild West, ada dua orang koboi berambut pirang bernama Jeff dan Dave. Suatu hari ketika mereka sedang bersantai di sebuah bar ketika seorang pria masuk ke dalam bar membawa kepala Indian di tangannya.
Sang bartender memberinya selamat, sambil berkata, “Aku benci Indian, minggu lalu mereka membakar rumahku, menyiksa isteriku dan membunuh anakku. Pokoknya, siapapun yang dapat membawakanku kepala seorang Indian, akan kuberi mereka seribu dollar.”
Kedua koboi pirang itupun saling berpandangan dan keluar dari bar untuk segera berburu Indian. Saat mereka sedang berkeliling, tiba-tiba lewatlah seorang Indian. Jeff langsung melemparnya dengan sebuah batu dan tepat mengenai kepalanya. Si Indian jatuh dari kuda, sekitar 17 meter ke bawah jurang.
Jeff dan Dave langsung menghampiri si Indian sambil menghunus pisau, tiba-tiba Jeff berteriak,” Dave, coba lihat itu!”. Dave menjawab, “Jangan sekarang, aku sedang sibuk.” Jeff menepuk bahu Dave dan mendesak, “Dave, kamu harus lihat itu!” “Kamu lihat sendiri kan, aku sedang sibuk. Ada seribu dolar di tanganku saat ini”.
Dan Jeff terus saja mendesak, “Tolonglah Dave, lihatlah sebentar.” Akhirnya Dave menuruti Jeff, melihat ke atas jurang dan melihat sekitar 5000 Indian berdiri di sana. Dave terkejut sambil memukul kepalanya, “Ya ..Tuhanku…Kami akan menjadi jutawan!”
![]() |
| CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar |
BACA JUGA :


Tidak ada komentar:
Posting Komentar