Senin, 01 Agustus 2016

Kumpulan Cerita Lucu Part #18 ( 171-180 Cerita )


171) Bermimpi Menjual Kambing
Suatu malam seorang penggembala berkebangsaan arab bermimpi bahwa ia sedang menjual seekor kambing yang gemuk. “Berapa harga kambing ini ?” tanya seorang calon pembeli. “Dua belas dinar.” kata sang peggembala.
“Tujuh dinar.”

“Tidak boleh.”

“Delapan dinar.”

“Tidak boleh.”

Ketika tawaran mencapai sembilan dinar, sang penggembala terbangun dari tidurnya. Ia membuka kelopak matanya dan mengusapnya.

Tak seekor kambingpun ia lihat. Begitu pula tak ada calon pembeli.

Cepat-cepat ia memejamkan matanya lagi sambil berkata. “Kalau begitu, baiklah, sembilan dinar boleh kamu ambil.”


172) Nasehat Kakek

Ada tiga buah nasehat dari kakek kepada saya mengenai cara memilih calon istri:

1. Jangan mencari istri seorang pedagang, karena dikhawatirkan kebiasaan dagangnya akan kebawa-bawa sampai malam pengantin, nanti dia akan selalu bilang “Mau segini, nggak mau ya segini !”

2. Jangan mencari istri seorang perawat, karena dikhawatirkan kebiasaan di rumah sakit akan kebawa-bawa sampai malam pengantin, nanti dia akan banyak mengatur dan selalu bilang “Awas jangan banyak gerak, jangan turun dulu !”

3. Tapi carilah istri seorang guru TK, jika kebiasaan di sekolahnya kebawa-bawa sampai malam pengantin, paling tidak dia akan bilang “Awas hati-hati, depan luruskan, baguus, ayo ulangi lagi, pinteeeerrrr….!”


173) Melebarkan Kedua Kakinya
Seorang pria berjalan ke tempat tidurnya dan melihat istrinya berbaring terlentang di atas tempat tidur dengan kedua kakinya terbuka. Si istri bertanya “Apakah kamu tahu apa yang aku inginkan?” “Tidak”, jawab pria tersebut.

Maka si istri melebarkan kedua kakinya dan bertanya lagi pertanyaan yang sama. “Tidak”, jawab pria tersebut untuk kedua kalinya.

Si istri semakin melebarkan kedua kakinya dan berkata dengan yakin “Sekarang pasti kamu sudah tahu apa yang aku inginkan”.

Dengan mantap pria tersebut berkata “Ya, KAMU MENGINGINKAN SELURUH TEMPAT TIDUR INI HANYA UNTUKMU”.


174) Kehilangan Sendal
Ada orang Madura yang masih lugu datang ke Jakarta. Dia menenteng golok dan memakai baju hitam. Pada suatu hari dia pergi ke perkantoran kawasan Sudirman untuk mencari anaknya yang menjadi Manager.

Karena tempat kerjanya ada di lantai ke-10 dia memakai lift. Akan tetapi sebelum masuk lift dia melepas sandalnya yang terbuat dari karet ban bekas yang tebal. Kemudian setelah masuk ke lift dia memencet no.13.

Setelah sampai ke lantai 13, dia kaget bukan kepalang karena sendalnya tidak ada dan akhirnya dia marah-marah, sampai mukanya merah dan akhirnya dia mengeluarkan goloknya yang besar itu.

Madura : “Bener-bener orang Jakarta nggak bisa dipercaya, baru sendal saja diambil !!!”

Tak lama kemudian datanglah Satpam untuk mengamankan orang Madura itu sambil menanyakan,

Satpam : “Ada apa pak ? Kok sampai nenteng golok kayak gitu ?”

Madura : “Nih, sendal saya hilang dicuri sama orang Jakarta ! Laa, sebelum masuk lift sendal saya copot, eh setelah keluar dari lift kok sendal hilang !!! Benar-benar orang Jakarta nggak bisa dipercaya !!”

Satpam : “Begini saja pak. Bapak masuk lift lagi dan pencet tombol no. 1” (Sambil mendorong orang Madura masuk Lift)

Setalah itu orang Madura masuk lift, kemarahannya masih belum sirna. Dan Lift terbuka di Lantai 1, begitu pintu lift terbuka orang Madura kaget melihat sandalnya ada di depan pintu lift, sembari memasukkan golok ke sarungnya.

Madura : “Benar-benar orang Jakarta nyalinya kecil, baru dikeluarkan golok saja sandal sudah dikembalikan !!!”


175) Hobi Menyanyi
Seorang ibu jengkel dengan hobi anaknya yang suka menyanyi. Suatu ketika ibu ini mengajak anaknya pergi ke Jakarta dari Surabaya.

Ketika ada di stasiun Surabaya si anak bernyanyi, “Surabaya, oh Surabaya, Surabaya…. dst”

karena merasa terganggu dan malu dilihat orang si ibu menegur, “Diam….!”

Tapi si anak tidak peduli, karena hobinya memang menyanyi. Sampai di Semarang si anak nyanyi lagi, “Semarang kaline banjir…. dst” Si ibu menegur lagi, Diam!”

Si anak lagi-lagi cuek aja, karena hobinya menyanyi…

Sampai di Bandung si anak nyanyi lagi, “Hallooo, halo Bandung … dst”

Si ibu tambah jengkel. Akhirnya begitu sampai di Jakarta si ibu memasukan anaknya ke dalam roknya agar si anak tidak nyanyi. Ternyata si anak tetap menyanyi…

“Di sana tempat lahir beta..”


176) Bukan Termometer
Ada seorang gadis yang amat sangat cantik sekali pergi ke dokter, melihat kecantikan si gadis, si dokter pun mulai terhasut bisikan setannya maka terjadilah kejadian ini,
Dokter : ayo buka mulutnya biar diukur suhunya dengan termometer.

Maka si gadis pun menurut

Dokter : ayo buka bajunya biar di ukur suhu ketiaknya

Si gadis pun menurut

Dokter : ayo buka celana dalamnya biar diukur suhu lubang anusnya

si gadis pun dengan ragu-ragu menurut

Tapi beberapa saat…

Gadis : aduh… dok itu bukan lubang anus saya dok !

dokter pun menjawab dengan tenangnya

Dokter : tenang dek ini juga bukan termometer saya.


177) Istri dan Dudukan Toilet
Seorang pria berniat mengecat rumahnya. Maka keesokan harinya ia bangun pagi, dan mulai mengecat dudukan toiletnya.

Kemudian ia pergi mengambil kaleng cat baru di gudang. Saat itu istrinya bangun, dan karena kebelet langsung saja ia duduk di toilet.

Walhasil dudukan toilet itu jadi lengket di pantatnya. Sang suami yang panik akhirnya memotong sambungan dudukan toilet itu dan membawa istrinya dengan dudukan toilet yang masih nempel di pantatnya ke kamar, lantas memanggil dokter.

Saat dokter datang, ia bertanya, “Ada apa ?” Si suami lantas menuntun dokter ke kamar dan memperlihatkan pantat istrinya.

Si dokter manggut-manggut dan berkata, “Saya pikir cukup bagus, tapi kenapa dibingkai segala?”


178) Lomba Banyak Anak
Suatu Yayasan Kesejahteraan Keluarga di Indonesia di sponsori oleh BKKBN mengadakan lomba banyak-banyakan anak tingkat Internasional.

Hasil akhir lomba tersebut di umumkan kepada khalayak penonton yang berada di stadion bola Senayan. Dipanggillah juara ketiga dengan membawa 50 orang anaknya. “Inilah peserta dari India dengan 50 anak !” Penonton pun bergumam “Huu…”

Lalu dipanggil juara kedua yaitu peserta dari China dengan membawa 100 orang anaknya.

“Penonton sekalian, juara kedua peserta dari China dengan 100 anak !” Penonton bergumam lagi “Huu….”

Tiba saatnya di Umumkan juara pertama, berjalan dengan pe-de nya sendirian ke tengah stadion.

“Juara Pertama dari Indonesia !…

Para Juri dan pemirsa TV siaran langsung agak terkejut sebentar (kenapa bisa juara, yah?), tapi kemudian terdengar suara semua penonton di stadion berteriak-teriak, “Bapak ! Bapak ! Bapak !…..”


179) Pengemis Kota
Pada suatu hari di waktu matahari belum terbit ada seorang pengemis lagi mengemis pada seorang ibu yang sedang menyapu halaman

Dengan nada sedikit melas pengemis itu berkata “Bu sedekahnya buat makan saya lapar.”

Lalu ibu itu menjawab dengan nada sedikit marah, “Masih pagi-pagi sudah minta sedekah sudah sana pergi!”

Lalu pengemis itu berkata “Bu ini kota jakarta siapa yang cepat dia yang dapat makanya saya datang lebih awal.” Sembari bicara begitu pengemis itu pergi begitu saja dan berkata “Dasar pelit…………..!!!!!!!!!”


180) Mukjizat
Tersebar berita bahwa di sebuah Panti Jompo sering terjadi mukjizat. Warga kota berbondong-bondong datang berkunjung sambil berharap dapat menyaksikan mukjizat di panti jompo tersebut.

Seorang kaya yang telah berhari-hari menunggu di tempat itu hampir putus asa karena tidak ada mukjizat apa pun, padahal ia sudah mengeluarkan banyak uang untuk biaya penginapan. Dengan sedikit rasa dongkol, ia mengeluh kepada seorang kakek, salah seorang penghuni panti jompo itu.

“Kakek, sudah lama tinggal di sini?”

“Sudah, Cu!”

“Kakek pernah mengalami mukjizat?”

“Setiap hari!”

“Ah, mana mungkin? Kakek jangan bohong!”

“Mau bukti? Dengar, nak! Setiap kali kakek bangun tidur, kakek pasti mengalami mukjizat! Banyak teman kakek setelah tidur tidak bangun-bangun lagi!”


CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar

BACA JUGA :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar