Minggu, 07 Agustus 2016

Kumpulan Cerita Lucu Part #29 ( 281-290 Cerita )


281) Uang Seratus Ribuan
Alkisah ada sepasang suami istri yang sangat rukun. Mereka saling mencintai satu sama lain. Sebagai wujud cintanya, mereka menyediakan celengan cinta di sisi ranjang yang akan diisi uang seribu rupiah oleh suaminya, sebagai ungkapan cinta suami terhadap istri sehabis bercinta.

Begitulah setiap hari, uang dalam celengan itu bertambah banyak. Di akhir bulan sepasang suami isteri tersebut membuka celengan itu. Alangkah terkejutnya si suami ketika melihat isi celengan. Di sana tidak saja ada uang seribuan, tapi juga beberapa lembar ratusan ribu rupiah.

Suami :Istriku,..bukankah aku selalu memasukkan selembar uang ribuan ke dalam celengan ini sehabis kita bercinta, tapi mengapa sekarang ada beberapa uang seratus ribuan?

Si istri menjawab :Sayang…tidak semua pria pelit seperti kamu. Buktinya banyak yang ngasih uang seratus ribuan.


282) Kurus Kering
Robi adalah seorang pemuda yang berperawakan kurus dan kurang berotot. Bahkan, penampilannya seperti orang yang kekurangan gizi.

Suatu saat ketika kantong lagi “bokek” dan dia sedang membutuhkan uang (maklum, dia kan pengangguran), tiba-tiba ia punya ide gila: menjadi gigolo. Kebetulan dia punya seorang teman lelaki yang sudah terbiasa terjun di dunia “pergigoloan”.

“Jon, tolong aku carikan ibu-ibu atau tante-tante yang butuh gigolo macam potongan gue ini!” katanya pada temannya yang gigolo itu.

“Wah kebetulan sekali, kemarin sih ada ibu-ibu muda minta dicarikan pemuda berperawakan ceking. Kayaknya kamu memang cocok,” jawab Joni spontan.

Maka pada hari “H” nya, dia dipertemukan oleh Joni dengan seorang ibu-ibu muda. Surprise, rupanya hari pertama jadi gigolo adalah hari keberuntungan dia. Betapa tidak, Ibu ini benar-benar cantik, putih mulus, kelihatan feminin, namun tegas dan kaya pula. Dan yang lebih surprise lagi, ibu ini sepertinya langsung “naksir berat” padanya yang ceking kurus dan kurang gizi itu.

Singkat cerita, Robi dibawa ibu muda ini pakai mobil BMW nya ke rumahnya yang mewah. Sesampai di rumahnya, Robi dipersilakan langsung masuk ke kamar tidurnya. Dan sebelum dia melakukan apa-apa, dia langsung berkata ” Kamu lepas baju ya!”

Sebagai gigolo amatiran, ia mulai grogi, rasa bingung dan perasan malu timbul. “Ayo buka baju, nggak usah malu-malu !” ujar wanita itu.

Maka ia mulai melepas baju satu persatu dengan perasaan malu sambil disaksikan oleh ibu muda yang cantik itu. Setelah dia benar-benar bugil gil gil… , mata wanita itu berbinar-binar melihat tubuhnya yang kurus ceking!!

“Kamu tunggu dulu di sini ya, jangan kemana-mana, saya mau keluar sebentar,” ujar wanita itu sambil keluar kamar.

Tak lama kemudian ibu itu masuk kembali ke kamar diikuti oleh dua anak kecil. Seraya menunjuk ke tubuh Robi dia berkata kepada kedua anak kecil itu:

“Nah, Rini dan Andi, kalian harus makan banyak ya! Kalau tidak, nanti badan kalian kurus kering seperti Oom ini …… !!!!”


283) Di Toilet
Ketika akan menonton film di bioskop entah kenapa tiba-tiba perut terasa mulas. Langsung saja saya masuk ke toilet yang saat itu kebetulan sepi.

Belum semenit duduk, saya denger suara bapak-bapak berkata : “Gimana dik? baik-baik aja?” Kedengarannya dari toilet sebelah.

Kaget juga, karena saya nggak biasa ngobrol sama orang yang belum dikenal, maka saya jawab aja: “Ya, baik.”

Eh, tau-tau dia nanya lagi : “Sekarang gimana, sudah terasa lega?”

Wah pertanyaan macam apa itu? Ada-ada saja. Baru juga nongkrong semenit, jadi saya jawab sekenanya aja… : “Lumayan Pak, untung gak ngantri…”

Dia jawab lagi : “Sama dong… tapi saya ada masalah dikit nih.”

Saya jadi mulai curiga, ada apa orang ini. Lalu gantian saya yang tanya : “Masalah apa, pak?”

Dia langsung jawab : “Iniii lho Dik Rini…ada orang culun di toilet sebelah ikut-ikutan ‘njawab pertanyaan saya, gimana kalo nanti saya telpon lagi? Ya… sampai nanti…”


284) Surat Orang Gila
Di sebuah rumah sakit jiwa seorang dokter bertanya kepada Amir, salah seorang pasiennya.

Dokter : “Mir, apa yang sedang kamu lakukan?”

Amir : “Loh ! Bapak liat kan saya nulis surat?”

Dokter : “Iya, tapi kamu mau kirim surat kepada siapa?” Lanjut dokter

Amir : “Buat saya sendiri, Dok !”

Dokter : “Trus isinya apa Mir?”

Amir : “Saya nggak tau dong, Pak! Kan datangnya besok!”

Dokter : “Dasar gila!”


285) Sapi Hebat
Tiga peternak sapi saling bercerita tentang kehebatan sapi-sapinya.

Orang 1: Sapi peliharaanku sungguh hebat luar biasa, dia bisa berbelanja buah-buahan di toko Alfa Mart. Dan dia tahu betul buah mana yang masih fresh dan mana yang tidak. Jika sudah tidak fresh dia pasti tidak mau membelinya.

Orang 2: Itu tidak ada apa-apanya. Sapi aku lebih hebat. Jika aku suruh ke Alfa Mart membeli telur ayam, dia tahu betul mana telur yang baik dan yang tidak.

Orang 3: Ah, sapi-sapi kalian itu tidak ada apa-apanya dibanding sapiku. Sapi kalian bahkan lebih bodoh dari sapiku.

Orang 1: Emang apa kehebatan sapimu?

Orang 3: Sapiku adalah Manager Alfa Mart, dan dia pula yang melayani sapi-sapi kalian belanja di sana.


286) Kawin
Murid-murid sebuah SD sedang sibuk menggambar cita-citanya masing-masing. Edi menggambar seorang pilot sesuai dengan cita-citanya.

Wandi menggambar seorang dokter dengan steteskop melingkar di lehernya.

Lulu menggambar seorang guru yang sedang mengajar. Didi kelihatannya bingung, Ia belum menggambar.

Bu guru datang menghampirinya dan bertanya. ”

Mengapa kamu belum menggambar, Di?” “Saya bingung menggambarnya Bu guru sebab cita-cita saya ingin kawin.”


287) Pejabat Keuangan

Di sebuah kompleks perumahan elite, anak-anak selalu memamerkan oleh-oleh yang dibawa orang tuanya dari luar negeri.

“Setiap pulang dari bisnis ke luar negeri papaku selalu membawa oleh-oleh sepatu model terbaru,” kata Anak I yang ayahnya pengusaha sepatu sukses.

“Papaku juga hebat, ia selalu membawa oleh-oleh pakaian model terbaru setiap pulang dari luar negeri,” kata Anak II yang ayahnya pengusaha garmen.

“Kalau itu sih, papaku jelas paling hebat. Setiap pulang dari perjalanan dinas ke luar negeri papaku selalu membawa oleh-oleh pinjaman luar negeri terbaru dengan jumlah yang sangat besar,” kata Anak III tak mau kalah.

“Emangnya, Papamu pengusaha apa?” tanya anak-anak yang lain. “Papaku bukan pengusaha, tapi pejabat keuangan pemerintah,” jawab anak III.


288) Di Luar Jangkauan
Sepasang suami-istri biasa menggunakan istilah tertentu untuk menyampaikan hasrat seksualnya.

Begitu pun yang dialami oleh istri Joko dan istrinya yang kebetulan berprofesi sales handphone.

Istri Joko: “Pa, sudah lama juga ya nggak nge-charge, ma uda lowbatt nih!?”

Joko : “Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif, atau berada di luar jangkauan, hubungi sesaat lagi” (berhubung Jokonya sudah lelah kerja seharian, sebuah penolakan lumayan halus operator handphone.


289) Makanan Burung
Seorang lelaki berbelanja di sebuah toko khusus penjual makanan hewan piaraan. Selesai berkeliling, dia mendatangi kasir sambil membawa makanan kaleng untuk anjing.

Kasir: “Bapak punya anjing?”
Pengunjung: “Ya”
Kasir: “Mana?”
Pengunjung: “Di rumah”
Kasir : “Peraturan toko mengharuskan saya melihat anjing Bapak lebih dahulu sebelum mengizinkan Bapak membeli barang ini.”

Lelaki tersebut pulang dengan tangan kosong. Keesokan harinya dia kembali berbelanja ke toko yang sama. Dia membawa dua kaleng makanan kucing, datang ke kasir bermaksud membayar.

Kasir : “Bapak punya kucing?”
Pengunjung : “Punya”
Kasir : “Mana?”
Pengunjung : “Di rumah”
Kasir : “Maaf, Pak. Peraturan toko. Saya mesti melihat kucing Bapak dulu.”

Pria itupun pulang dengan tangan hampa lagi. Dia kembali lagi keesokan harinya dan kali ini langsung mendatangi kasirnya.

“Lihat sini,” dia berkata sambil membuka resleting celananya dan memperlihatkan ‘barangnya’ sambil berkata, “Saya mau beli makanan burung.”


290) Kunci Kamar
Ada tiga wanita yang siap menghadapi malaikat penjaga gerbang surga. Mereka masing-masing menyiapkan interview sebelum Malaikat berikut asistennya, menyerahkan kunci surga pada mereka.

Malaikat : “Bagaimana kehidupan kamu wanita A?”
Wanita A : “Oh, saya wanita paling baik dan soleh, sampai saya meninggal saya masih menjaga keperawanan saya”
Malaikat : “OK. Assistant ..berikan Kunci Surga Emas”
Assistant : Baik.

Malaikat : “Bagaimana dengan kamu Wanita B?”
Wanita B: “Kalau saya normal aja tuh..saya menjalankan agama, kawin, dan sekali..sekali…selingkuh kali ya…tapi waktu meninggal sudah tobat”
Malaikat : “Assistant. Berikan Kunci Surga Perak.”
Assistant : “Baik”

Malaikat : “Kamu gimana Wanita C?”
Wanita C : “Saya (sambil senyum genit) anak gaul, Malaikat, hidup saya bebas…agak-agak free sex…habis kata orang body saya bagus sih….jadi..ya udah enak sih.”
Malaikat : “Assistant. Berikan Kunci……Kamar saya”

CrownQQ | Agen Domino QQ | BandarQ | Domino99 Online Terbesar

BACA JUGA :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar